Danny Pomanto Bicara Mitigasi Sosial saat Aksi Batalyon 120 Dikeluhkan Masyarakat Makassar

Pihak kepolisian saat mengamankan salah satu diduga anggota Batalyon 120/IST

Belakangan Batalyon 120 malah diisi oleh anak-anak jalanan tanpa adanya pembinaan di dalamnya, baik dari Pemkot Makassar maupun dari pihak Polrestabes.

PORTALMEDIA.ID,MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto, bicara soal mitigasi sosial di tengah aksi Batalyon 120 dikeluhkan masyarakat di Makassar.

Danny menjelaskan, Makassar dengan jumlah penduduk 1,5 juta jiwa, dengan tingkat heterogenitas sosial yang tinggi, dengan dinamika berbagai variabel, menimbulkan banyak aksi dan reaksi.

"Peran pemerintah sangat penting, seumpama tubuh, maka pemerintahan adalah otaknya. Dan komunitas masyarakat di lorong-lorong adalah selnya. Jika otak slow respon, tentunya akan menimbulkan aksi reaksi," kata Danny saat silaturahmi bersama Kadensus 88 AT Polri dan Keluarga Binaan Kota Makassar, dalam kegaiatan Deradikalisasi dan Pembinaan terhadap Eks Napiter dan Keluarga Napiter, di Baruga Angging Mammiri, Minggu (18/09) malam.

Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng Densus 88 Cegah Radikalisme di Dunia Digital

Salah satu hal yang dimiliki Makassar adalah mitigasi sosial. Jika kota atau kabupaten lainnya memiliki RT/RW, maka di Makassar setelah RT/RW ada Bassi Barania dan Dewan Lorong. Dewan lorong ini dipilih 3 orang dari unsur orang tua, perempuan dan millenial, yang dilatih dengan sensor sosial.

"Permasalahan sosial tidak boleh dibiarkan, harus ada mitigasi sosial. Seperti yang kita lakukan pada malam ini, pembinaan bagi keluarga binaan, pendampingan UMKM hingga mampu memahami digitalisasi," ungkap Danny.

Diketahui Pemkot Makassar bersama dengan Polrestabes Makassar sebelumnya memberikan tempat bagi anak muda untuk berkreasi dan berinovasi melalui Batalyon 201.

Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen

Belakangan Batalyon 120 malah diisi oleh anak-anak jalanan tanpa adanya pembinaan di dalamnya, baik dari Pemkot Makassar maupun dari pihak Polrestabes.

Kadensus 88 AT Polri, yang diwakili oleh Dir Idensos Densus 88 Mabes Polri, Brigjen Pol Arif Mukhfudiarto, mengatakan Densus 88 menyelesaikan masalah bukan hanya pada penyelidikan, penyergapan, hingga penahanan, tetapi berlanjut hingga pembinaan.

"Kita melakukan pembinaan dengan binaan dan keluarga binaan, menjalin silaturahmi, hingga menjadi teman dan saudara," lanjutnya.

Baca Juga : Penuhi Panggilan Kejaksaan Terkait Dugaan Penyimpangan Dana Cadangan PDAM Makassar, Danny: Saya Taat dan Patuh Hukum

Saat ini keluarga binaan telah mengembangkan berbagai kegiatan UMKM, seperti usaha menjahit, usaha bakso dan sosis bakar, usaha roti, keripik, donat, dan berbagai usaha lainnya.

Melalui kerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar telah memberikan berbagai kemudahan, diantaranya pendampingan UMKM.

Di malam silaturahmi ini, keluarga binaan dibekali pula dengan pengenalan BliBli, dari Senior Merchandising Officer Blibli, Angger Alfi Zakki, yang mengajarkan tentang bagaimana memperkenalkan, dan memasarkan produk mereka secara digital di aplikasi Blibli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru