Mahasiswa Makassar Kritik Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Soroti Program Makan Bergizi Gratis
Salah satu orator menyebut program tersebut justru menimbulkan banyak masalah di lapangan.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Puluhan mahasiswa dari berbagai aliansi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar aksi unjuk rasa memperingati satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (20/10/2025).
Aksi berlangsung di dua titik, yakni di pertigaan Jalan A.P. Pettarani dan Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Sejak pukul 15.30 Wita, massa sudah memadati lokasi sambil membakar ban bekas dan memblokade jalan menggunakan truk kontainer.
Baca Juga : Tak Penuhi Standar Sanitasi, 1.256 Dapur Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur Resmi Disetop
Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan itu macet hingga dua kilometer.
Dalam orasinya, para mahasiswa menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak efisien dan rawan penyimpangan.
Salah satu orator menyebut program tersebut justru menimbulkan banyak masalah di lapangan.
Baca Juga : Program Makan Bergizi Gratis Ikuti Jadwal Sekolah, BGN Fokus Efisiensi Anggaran
“Program MBG sudah banyak memakan korban keracunan. Kami menilai program ini hanya dijadikan ajang mencari keuntungan tanpa memikirkan kesehatan anak-anak bangsa,” teriaknya melalui pengeras suara.
Mahasiswa juga menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak dan dugaan praktik mafia yang disebut masih marak.
“Pemerintahan Prabowo-Gibran seolah tutup mata terhadap kasus-kasus penimbunan BBM. Tidak ada kejelasan,” kata peserta aksi lainnya.
Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan
Mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh agar kebijakan yang dijalankan benar-benar menyentuh kepentingan rakyat.
“Kami minta presiden dan wakilnya melakukan evaluasi besar-besaran di semua sektor. Pendidikan harus diutamakan, bukan hanya MBG,” lanjutnya.
Petugas kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Jenderal Lapangan PMII UIN Alauddin Makassar, Awal Nugraha, mengatakan selama setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, sektor pendidikan masih belum menjadi prioritas utama.
“Pendidikan kini seolah menjadi kebutuhan sekunder. Kami berharap pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru dan akses pendidikan masyarakat kecil,” ujar Awal.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti persoalan pelanggaran hak asasi manusia yang hingga kini belum terselesaikan.
Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik
“Kami menuntut pemerintah menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM, baik yang terjadi di masa lalu maupun yang menimpa aktivis dan jurnalis beberapa waktu terakhir,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News