PSI Pasang Komitmen Anti-Mahar, Kader Diingatkan Turun ke Masyarakat
Ali mengatakan PSI tidak boleh terjebak dalam praktik politik transaksional yang selama ini menjadi kritik publik terhadap parpol.
PORTALMEDIA.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan diri ingin tampil berbeda menjelang Pilkada 2025. Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyatakan partainya berkomitmen menjaga proses pencalonan kepala daerah tetap bersih tanpa pungutan mahar, sekaligus merombak kultur politik internal agar lebih dekat dengan masyarakat.
Ali mengatakan PSI tidak boleh terjebak dalam praktik politik transaksional yang selama ini menjadi kritik publik terhadap parpol. Menurutnya, komitmen tanpa mahar bukan sekadar strategi, tetapi fondasi agar PSI menjadi ruang perjuangan yang menjunjung keadilan dan keterbukaan.
“Insyaallah PSI ke depan tidak akan memungut mahar. PSI harus menjadi rumah perjuangan, ruang yang menegakkan keadilan,” ujar Ali Kamis (20/11/2025).
Baca Juga : Ahmad Ali Target PSI Bidik 60 Kursi DPR pada Pemilu 2029
Ia menambahkan, partai ingin melahirkan pemimpin daerah yang berorientasi pada pelayanan publik, bukan pemimpin yang hadir karena kekuatan modal. Ali bahkan menyebut, PSI berharap suatu saat mampu menjadi tempat lahirnya pemimpin nasional yang dekat dengan aspirasi rakyat.
Namun Ali juga memberi peringatan keras kepada kader. Menurutnya, masa depan PSI tidak hanya ditentukan oleh strategi partai, tetapi sepenuhnya oleh sikap para pengurus. Ia mengingatkan, jika struktur PSI diisi orang-orang yang sombong dan jauh dari masyarakat, partai bisa kehilangan relevansi pada 2029.
“Kalau kalian berlaku congkak, sombong, arogan, maka sial PSI ini memilih kalian sebagai pengurusnya. Saya pastikan 2029 PSI akan hancur,” tegasnya.
Baca Juga : PSI Sulsel Siapkan 2.300 Kamar Hotel di Makassar untuk Rakernas 2026
Ali meminta seluruh kader menanggalkan sikap elitis dan turun langsung ke masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan sosial, mendengar aspirasi warga, dan memahami bagaimana publik memandang PSI saat ini.
“Introspeksi diri. Kenali dirimu. Apa pandangan rakyat terhadap kita hari ini? Kalau sudah tahu, maka ubah. Jangan ikuti maunya kalian. Ikutilah masyarakat, masyarakat maunya apa terhadap PSI,” ujar Ali.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya etika dasar seperti menghormati orang yang lebih tua serta menjunjung sikap rendah hati. Ali menyebut perubahan karakter kader merupakan syarat mutlak jika PSI ingin tumbuh sebagai partai alternatif yang benar-benar berbeda dari partai kebanyakan.
Baca Juga : Ribuan Kader PSI Akan Hadiri Rakernas di Makassar
Dengan dorongan pembaruan kultur politik internal dan komitmen anti-mahar, PSI berupaya menegaskan posisi sebagai partai yang ingin menawarkan cara baru berpolitik menjelang kontestasi pilkada mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News