Inovasi Pertamina: AFT Hasanuddin Sulap Limbah Dapur Jadi Pakan Alternatif Bebek, Tekan Biaya 75%

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui AFT Hasanuddin.

Program ini memanfaatkan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

PORTALMEDIA.ID – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin memamerkan inovasi pemanfaatan limbah organik menjadi pakan alternatif bebek petelur.

Inovasi yang dikembangkan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) ini dipamerkan dalam ajang Sustainable Circular Economy Forum yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (19/11).

AFT Hasanuddin menjadi penyedia Bahan Bakar Minyak Pesawat (BBMP) pertama dan satu-satunya di Indonesia yang bermitra resmi dengan BGN.

Program ini memanfaatkan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mengimplementasikan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

Inovasi ini tidak hanya mengurangi volume limbah yang berakhir di TPA, tetapi juga terbukti meningkatkan produktivitas Kelompok Ternak Laleng Kessie binaan Pertamina di Desa Baji Mangngai, Kabupaten Maros.

Melalui booth pameran pada forum tersebut, AFT Hasanuddin menampilkan hasil implementasi Program Agrokompleks Hasanuddin.

Metode ini memungkinkan efisiensi biaya pakan hingga 75%, serta berhasil memanfaatkan 8,1 ton sampah organik selama periode Juni–Oktober 2025.

Limbah juga diolah untuk budidaya maggot (larva BSV), yang menjadi sumber protein ramah lingkungan bagi bebek.

AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem berkelanjutan.

“Program ini kami kembangkan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu membangun sistem produksi yang mandiri dan bernilai ekonomi," jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa implementasi ini berkontribusi pada penurunan emisi hingga ±0,5 ton CO²e per tahun.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui AFT Hasanuddin.

Ia menyebut program ini sebagai contoh nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya melalui pemanfaatan limbah MBG sebagai pakan alternatif bebek petelur.

"Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana limbah dapat kembali menjadi nilai ekonomi,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa inovasi pengelolaan limbah ini memiliki potensi untuk diperluas ke berbagai desa di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah organik dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Sebada, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN, Enny Indarti, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan kolaborasi ini memiliki replicability potential dan berpeluang diterapkan di berbagai wilayah lain, terutama daerah dengan potensi peternakan unggas dan produksi limbah organik yang tinggi.

Program kolaboratif ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), melalui pelibatan aktif kelompok perempuan), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memperkuat upaya inovatif berbasis ekonomi sirkular guna mendorong ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan di berbagai wilayah operasionalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru