Rating Merosot, DPR Desak PLN Benahi Total Aplikasi PLN Mobile

ist

Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, keluhan masyarakat semestinya dibaca sebagai masukan penting, bukan sebuah ancaman.

PORTALMEDIA.ID - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam melayangkan kritik keras terhadap kualitas layanan digital PLN melalui aplikasi PLN Mobile.

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PLN di Gedung Nusantara I, Senayan, Mufti menilai aplikasi yang digadang-gadang sebagai wajah modernisasi pelayanan justru menjadi sumber keluhan baru bagi pelanggan.

Ia menyoroti derasnya keluhan pengguna dalam beberapa bulan terakhir yang terlihat jelas dari rating aplikasi.

Baca Juga : RUU BUMD Dinilai Mendesak, DPR Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Profesionalisme di Daerah

“Coba buka PLN Mobile hari ini. Rating-nya dibanjiri bintang satu dan keluhannya real-time, terus bertambah. Itu artinya publik merasa layanan ini belum menjawab kebutuhan mereka,” ujar Mufti.

Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, keluhan masyarakat semestinya dibaca sebagai masukan penting, bukan sebuah ancaman. Ia menilai manajemen PLN belum cukup cepat merespons kritik publik dan tidak mendapatkan laporan lapangan yang benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Entrepreneur besar itu yang paling rajin membaca komplain konsumen. Kritik itu vitamin, bukan musuh. Publik marah karena mereka butuh layanan yang bekerja,” tegasnya.

Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian

Mufti menyebut sederet persoalan yang dihadapi pengguna—mulai dari aplikasi error, fitur yang tidak berjalan, hingga proses pembayaran dan pengaduan yang tersendat—menandakan bahwa digitalisasi PLN belum berjalan matang.

Padahal, PLN Mobile menjadi kanal utama interaksi masyarakat dengan perusahaan listrik negara tersebut di tengah proses transformasi digital.

“Aplikasi itu etalase pelayanan PLN. Kalau etalasenya kusam, masyarakat pasti kecewa, tidak peduli laporan internalnya seindah apa,” katanya.

Baca Juga : Peran OMSP Disebut Kunci Ciptakan Stabilitas dan Ketahanan Nasional

Ia mendesak PLN melakukan audit menyeluruh terhadap aplikasi, mulai dari stabilitas server, integrasi layanan, alur fitur, hingga aspek keamanan data. Mufti menilai pembenahan tidak boleh parsial, karena keandalan aplikasi berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap layanan PLN.

Selain perbaikan teknis, Mufti juga meminta PLN memperbaiki pola komunikasinya dengan pelanggan. Ia melihat selama ini kanal pengaduan bersifat satu arah sehingga masyarakat merasa diabaikan.

“Keluhan publik harus dibaca, ditindak, dan dijawab. Jangan diam. Kalau tidak ada respons, publik kehilangan kepercayaan,” ujarnya.

Baca Juga : DPR RI Soroti Potensi Pungli Beasiswa KIP di Kampus

Menjelang Desember yang menjadi periode rawan gangguan listrik, Mufti mengingatkan agar perbaikan aplikasi juga dibarengi penguatan layanan lapangan. Menurutnya, kestabilan sistem digital menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan PLN menghadapi lonjakan kebutuhan listrik.

“Kalau sistem digital saja tidak stabil, bagaimana kita bisa yakin pelayanan lapangan siap menghadapi puncak beban listrik akhir tahun?” tegasnya.

Mufti mengakhiri pernyataannya dengan meminta Direktur Utama PLN mengambil langkah korektif secara tegas, termasuk mengevaluasi jajaran yang gagal memastikan performa PLN Mobile.

Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan

“Publik menunggu perbaikan nyata. Jangan biarkan rakyat menghadapi layanan digital yang bermasalah terus-menerus,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru