Tujuh pengungsi Berkebangsaan Afghanistan di Makassar Resettlement ke Australia

Kegiatan pengawalan yang dilaksanakan Rudenim Makassar Kemenkumham Sulsel pada hari Rabu, 21 September 2022/IST

Kemenkumham Sulsel melaksanakan pengawasan pemberangkatan Resettlement terhadap 7 (tujuh) orang pengungsi.

PORTALMEDIA. ID, MAKASSAR- Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sulsel melaksanakan pengawasan pemberangkatan Resettlement terhadap 7 (tujuh) orang pengungsi. Kegiatan pengawalan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 21 September 2022.

Di tempat yang terpisah, Rudenim Makassar juga memindahkan satu orang pengungsi ke Rudenim Surabaya, pada tanggal 22 September 2022.

Seluruh ke tujuh pengungsi ini berkebangsaan Afghanistan. Usia pengungsi ini beragam, AKH yang tertua berusia 55 dan AH masih berusia 26 tahun. Sedangkan pengungsi yang dipindahkan baru berusia 23 tahun. Ketujuh pengungsi ini telah lama berada di Indonesia. Mereka telah bermukim di Makassar selama 9 tahun lebih. Alasan mereka meninggalkan Negara mereka yaitu konflik yang telah lama di Afghanistan.

Baca Juga : Komisi XIII DPR RI Apresiasi Pembinaan Kemandirian Garmen di Lapas Makassar

Pengungsi yang dipindahkan ke Surabaya bertujuan untuk menghindari konflik dengan sesama pengungsi di Makassar.

"ARY ini punya konflik dengan sesama pengungsi Afghanistan di Makassar. Maka dari itu, kami pindahkan ke Surabaya untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga," ujar Kepala Rumah Detensi Imigrasi Makassar, Alimuddin.

Tercatat, ada 1.500 lebih pengungsi luar negeri yang berada di Makassar, dan lebih dari 800 orang berkebangsaan Afghanistan. Memang sudah normal apabila ada konflik-konflik kecil dengan sesama pengungsi dikarenakan banyaknya jumlah pengungsi.

Baca Juga : Kakanwil Kemenkumham Sulsel Ingatkan ASN Jaga Netralitas pada Pilkada 2024

"Memang, pengungsi Afghanistan merupakan pengungsi yang paling banyak di Makassar. Mereka juga terhitung lama di Indonesia. Maka dari itu kami juga bersyukur apabila Resettlement yaitu keberangkatan pengungsi menuju ke negara ketiga selalu dapat diproses." Ujar Alimuddin, menambahkan.

Keberangkatan ketujuh pengungsi ini menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GA 605 pada pukul 12.00 wita dan tiba di jakarta pukul 13.20 wib. Pengawal ketujuh pengungsi ini dilaksanakan oleh tiga orang petugas Rudenim Makassar.

Pada pukul 20.10 wib pengungsi telah berangkat menuju Kingsford Smith Sydney, Australia menggunakan pesawat Qantas Airways QF 42.

Baca Juga : Kemenkumham Bakal Rancang Aturan Soal Praktik Penahanan Ijazah Tenaga Kerja

Dimana Pemindahan ARY menggunakan pesawat Citilink QG 306 menuju Bandara Juanda Surabaya. Berangkat pada oukul 13.20 WITA, petugas dan pengungsi tiba pada pukul 14.30 WIB. Selanjutnya pukul 15.30 WIB petugas serta pengungsi tiba di Puspa Agro dan dilakukan serah terima kepada petugas Rudenim Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru