PT Vale-Unhas perkuat sinergi pendidikan dan industri lewat program Co-Ops

ist

Dia mengatakan bahwa tantangan utama industri saat ini bukan hanya ketersediaan tenaga kerja, tetapi kesiapan tenaga kerja yang mampu langsung berkontribusi secara aman dan produktif.

PORTALMEDIA.ID - PT Vale Indonesia Tbk mempercepat kesiapan talenta muda nasional melalui Program Cooperative Education (Co-Ops) sebagai upaya menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri strategis, khususnya sektor pertambangan.

Melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), PT Vale menyeleksi 16 mahasiswa terbaik dari 48 kandidat untuk mengikuti kerja praktik selama enam bulan penuh di lingkungan operasional perusahaan.

"Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman industri nyata, membentuk disiplin profesional, serta meningkatkan kesiapan kerja peserta secara berkelanjutan," kata Senior Manager Talent Acquisition, Performance Management & EVP PT Vale Indonesia, Gandi Husodo, melalui keterangan pers, Kamis.

Baca Juga : Produksi Saprolit Bahodopi Melejit 90 Persen, PT Vale Tatap Optimisme di 2026

Dia mengatakan bahwa tantangan utama industri saat ini bukan hanya ketersediaan tenaga kerja, tetapi kesiapan tenaga kerja yang mampu langsung berkontribusi secara aman dan produktif.

“Melalui pengalaman industri selama enam bulan, peserta Co-Ops mengalami peningkatan signifikan dalam disiplin kerja, pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta kesiapan profesional. Ini merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri,” kata Gandi.

Dia menjelaskan, program Co-Ops dikembangkan sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri.

Baca Juga : Kinerja Solid 2025: Laba Bersih PT Vale Melonjak 32 Persen di Tengah Tantangan Pasar

Di tengah percepatan hilirisasi dan transformasi industri nasional, PT Vale menilai bahwa keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh investasi teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia.

Selama mengikuti program, mahasiswa terlibat langsung dalam ritme kerja industri, memahami standar operasional, tata kelola perusahaan, serta budaya keselamatan yang menjadi prinsip utama industri pertambangan modern.

"Pendekatan ini menjadikan Co-Ops lebih dari sekadar program magang, melainkan fase transisi nyata dari dunia akademik ke dunia profesional," sebutnya.

Baca Juga : Dukung Asta Cita Presiden dan SDGs Ketahanan Pangan, PT Vale Panen Bersama Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka

Dia mengemukakan, program Co-Ops juga merupakan bagian dari ekosistem pengembangan talenta lokal yang telah dibangun PT Vale secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan Politeknik Sorowako (Poliwako) di Kabupaten Luwu Timur serta berbagai pelatihan vokasi jangka pendek bagi pemuda di sekitar wilayah operasi perusahaan.

"Ke depan, PT Vale berkomitmen memperluas Program Co-Ops dengan melibatkan lebih banyak institusi pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman industri yang relevan dan berdaya saing global," terangnya.

Salah satu peserta, Muhammad Akbar, mahasiswa asal Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, menyatakan program Co-Ops memberinya kesempatan memahami dunia kerja secara langsung, khususnya terkait budaya keselamatan dan tanggung jawab profesional.

Baca Juga : Gempuran Tekanan Global Tak Surutkan Langkah, PT Vale Sukses Cetak Penjualan Fantastis di Awal 2026

“Ini menjadi pengalaman berharga karena PT Vale beroperasi di daerah asal saya, sehingga saya bisa belajar sekaligus berkontribusi,” ujarnya.

Sementara itu, Dewi Erika Yuliana, mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Hasanuddin, menilai Co-Ops sebagai jembatan nyata antara teori di kampus dan praktik di industri, yang akan meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan memasuki dunia kerja setelah lulus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru