Susah Tidur di Malam Hari, Aktivitas Sejak Pagi Bisa Jadi Penyebabnya
Artikel berjudul "Why Your Best Night's Sleep Starts in the Morning" tersebut menyoroti peningnya pengaturan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh sejak awal hari.
PORTALMEDIA.ID -- Sulit tidur di malam hari kerap menjadi keluhan banyak orang, khususnya generasi muda.
Namun, penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan sebelum tidur, seperti bermain HP atau begadang.
Sebuah artikel kesehatan yang dimuat WebMD, media kesehatan di Amerika Serikat, mengungkap bahwa kualitas tidur malam justry dapat ditentukan oleh apa yang dilakukan sejak pagi hari.
Artikel berjudul "Why Your Best Night's Sleep Starts in the Morning" tersebut menyoroti peningnya pengaturan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh sejak awal hari.
Alih-alih hanya berfokus pada rutinitas sebelum tidur, WebMD menekankan bahwa aktivitas di pagi dan siang hari berperan besar dalam menentukan kapan tubuh merasa segar dan kapan rasa kantuk muncul secara alami.
Salah satu faktor utama yang disorti ada paparan cahaya matahari pagi.
Ketika cahaya terang masuk ke mata di pagi hari, otak akan menghentikan produksi melatonin, hormon yang memicu rasa kantuk, dan mulai memicu produksi kortisol yang berfungsi memberikan energi.
Paparan cahaya pagi juga membantu "mengunci" jam biologis tubuh sehingga sekitar 14 jam kemudian, tubuh secara otomatis akan memicu rasa kantuk yang kuat.
Selain cahaya, konsistensi waktu bangun juga menjadi faktor penting. WebMD menyarankan untuk bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.
Kebiasaan bangun kebih siang di hari libur diketahui dapat mengganggu ritme tidur, kondisi yang sering disebut social jetlag, sehingga membuat tubuh sulit menyesuaikan diri saat kembali beraktivitas di hari kerja.
Artikel tersebut juga menyoroti kebiasaan konsumsi kafein yang semakin populer di kalangan generasi muda.
Meski kafein sering digunakan untu meningkatkan fokus dan produktivitas, zat ini dapat bertahan di dalam tubuh selama enam hingga delapan jam.
Oleh karena itu, konsumsi kopi atau minuman berkafein disarankan tidak terlalu siang agar tidak mengganggu proses tidur di malam hari.
Aktivitas fisik juga disebut berperan dalam membantu meningkatkan kualitas tidur. Olahraga ringan hingga sedang di pagi atau siang hari membantu tubuh merasa lebih siap untuk beristirahat di malam hari.
Namun, aktivitas fisik berat yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur justru berpotensi membuat tubuh tetap terjaga.
Menariknya, WebMD juga mengaitkan kualitas tidur dengan pengaturan suhu tubuh. Penurunan suhu tubuh merupaka salah satu sinyal bagi otak untuk tidur.
Aktivitas di lingkungan yang terang dan aktif di siang hari membantu menjaga perbedaan suhu tubuh yang jelas antara siang dan malam, sehingga mempermudah tubuh untuk masuk ke fase istirahat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News