DPR Minta Investigasi Menyeluruh Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Sulsel
Menurutnya, pembangunan sektor transportasi tidak akan bermakna tanpa jaminan rasa aman bagi masyarakat.
PORTALMEDIA.ID – DPR RI melalui Komisi V memberikan perhatian serius atas insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Peristiwa ini kembali menyorot aspek pengawasan kelaikudaraan pesawat, terutama armada dengan usia operasional yang sudah cukup lama.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menegaskan perlunya langkah cepat dari Kementerian Perhubungan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi pesawat sebelum insiden terjadi. Ia menilai investigasi menyeluruh penting dilakukan mengingat pesawat tersebut diproduksi pada tahun 2000 dan telah beroperasi lebih dari dua dekade.
Baca Juga : Tim SAR Temukan 6 Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
“Kami mendorong Kementerian Perhubungan untuk segera mendampingi KNKT melakukan penelusuran awal, khususnya terkait pemeliharaan dan aspek kelaikudaraan pesawat. Ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga keselamatan penerbangan,” ujar Huda.
Selain persoalan teknis, Huda juga menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam penanganan insiden penerbangan. Ia mengapresiasi respons cepat Basarnas, TNI Angkatan Udara, serta otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang langsung menggelar operasi pencarian di kawasan pegunungan Bantimurung hingga Desa Leang-leang, Maros.
Menurutnya, penggunaan teknologi penginderaan jauh serta optimalisasi helikopter TNI AU perlu dimaksimalkan mengingat medan pencarian yang sulit dan kondisi cuaca pegunungan yang mudah berubah. Efektivitas waktu menjadi faktor krusial dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
Baca Juga : Komisi V DPR Desak Investigasi Transparan atas Kecelakaan Pesawat di Maros
Huda juga mengingatkan bahwa insiden ini terjadi di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, termasuk dampak siklon tropis Nokaen di utara Sulawesi Utara yang berpotensi memengaruhi kawasan Indonesia tengah dan timur.
“Keselamatan harus menjadi prioritas mutlak. Di tengah kondisi cuaca ekstrem, tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran ambang batas cuaca minimum. Insiden ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh penyedia layanan penerbangan,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya kontak pesawat rute Yogyakarta–Makassar tersebut. Ia meminta negara hadir secara penuh melalui langkah yang cepat, terkoordinasi, dan terukur.
Baca Juga : Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Jenis Kelamin Perempuan
Pesawat IAT tersebut dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 13.17 WITA dan tidak kunjung mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin sesuai jadwal. Kondisi ini memicu perhatian publik dan kekhawatiran keluarga penumpang.
Mori mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab insiden dan memberi ruang kepada tim teknis serta otoritas berwenang untuk bekerja secara profesional.
“Publik sebaiknya menahan diri dari spekulasi. Yang dibutuhkan saat ini adalah ketenangan, komando yang jelas, dan langkah cepat dari negara agar ada kepastian,” ujar Mori dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/1/2026).
Baca Juga : Basarnas Fokus Pencarian Korban, Metode Modifikasi Cuaca Dilakukan
Politisi Partai Nasdem itu menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama antara operator maskapai, regulator, dan negara. Menurutnya, pembangunan sektor transportasi tidak akan bermakna tanpa jaminan rasa aman bagi masyarakat.
“Sebagus apa pun infrastruktur penerbangan, semuanya tidak berarti jika keselamatan dan rasa aman penumpang tidak terjamin,” katanya.
Mori juga menyampaikan doa dan empati kepada keluarga penumpang yang terdampak, seraya berharap pesawat segera ditemukan dan seluruh penumpang berada dalam kondisi selamat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News