Syaharuddin Alrif Sebut Kandang Modern Kunci Penguatan Sidrap sebagai Lumbung Telur
Modernisasi peternakan diharapkan dapat meningkatkan populasi ayam petelur dan memperkuat pasokan telur, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.
PORTALMEDIA.ID, SIDRAP – Penerapan teknologi modern mulai merambah sektor peternakan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, meninjau langsung operasional peternakan ayam petelur berbasis teknologi kandang tertutup milik PT Cahaya Tiga Putri, Minggu (18/1/2026).
Peternakan tersebut menerapkan sistem closed house yang dilengkapi teknologi otomatis untuk menunjang proses produksi. Manajer Close House PT Cahaya Tiga Putri, Sarpin, menjelaskan bahwa kandang menggunakan sistem Big Dutchman asal Jerman yang dirancang untuk mengatur suhu, sirkulasi udara, hingga distribusi telur secara digital.
“Seluruh pengaturan dilakukan secara otomatis. Peran manusia lebih pada pengawasan dan kebersihan kandang, sementara suhu dan ventilasi dikontrol sistem,” kata Sarpin.
Baca Juga : Syaharuddin Alrif Pimpin DPW NasDem Sulsel, Cicu Jadi Sekretaris
Ia menyebutkan, stabilitas suhu dijaga melalui kombinasi cooling pad dan kipas otomatis sehingga kondisi kandang tetap ideal di berbagai cuaca. Telur hasil produksi langsung mengalir ke tempat penampungan tanpa melalui sentuhan tangan.
“Kapasitas kandang ini mencapai puluhan ribu ekor ayam. Produksi hariannya ribuan butir telur dengan kualitas dominan grade A,” ujarnya.
Selain produksi telur, pengelola juga memanfaatkan limbah kotoran ayam sebagai pupuk organik. Pemeriksaan kesehatan ternak dilakukan secara berkala oleh tenaga medis untuk mencegah potensi penyakit.
Baca Juga : Antusias Warga Membludak Sambut Andi Syaqirah, Bupati Sidrap Sampaikan Apresiasi
Owner PT Cahaya Tiga Putri, Usman Appas, mengatakan pembangunan kandang modern berawal dari tuntutan pasar luar daerah yang menginginkan kualitas telur lebih baik. Setelah mempelajari sistem peternakan modern di Jawa, pihaknya memutuskan berinvestasi di Sidrap.
“Dulu telur dari Sulawesi sering dibandingkan dengan Jawa. Setelah pakai sistem modern, respons pasar berubah dan kualitasnya diakui,” ujar Usman.
Ia menyebutkan nilai investasi satu unit kandang modern mencapai belasan miliar rupiah, termasuk pembangunan fasilitas dan pengadaan peralatan. Namun, teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus daya saing.
Baca Juga : 1.380 Petani Muda Sidrap Siap Turun ke Sawah Lewat Program Brigade Pangan
Menanggapi hal itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyatakan pemerintah daerah mendorong transformasi peternakan konvensional menuju sistem modern, seiring posisi Sidrap sebagai salah satu sentra produksi telur nasional.
“Pemerintah daerah siap mendukung melalui kemudahan perizinan, akses permodalan, hingga dukungan infrastruktur,” kata Syaharuddin.
Ia menambahkan, modernisasi peternakan diharapkan dapat meningkatkan populasi ayam petelur dan memperkuat pasokan telur, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.
Baca Juga : Pemkab Sidrap Serahkan 310 SK Pengangkatan PPPK
“Ini bisa menjadi contoh bagi peternak lain agar beralih ke sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News