Dua Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pernah Diendorse Jokowi

INT KUNJUNGAN. Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) saat menerima kunjungan Sudewo dan Risma Ardhi Chandra di kediaman pribadinya di Sumber, Banjarsari Solo menjelang Pilkada serentak lalu.

KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Sudewo dan Maidi

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring dua Kepala Daerah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kedua Kepala Daerah tersebut yakni Bupati Pati, Sudewo dan Walikota Madiun Maidi yang saat ini masih dalam pemeriksaan, Senin (19/1).

Jubir KPK Budi Prasetyo membenarkan salah satu pihak yang kena OTT di Pati ialah Sudewo. Budi mengatakan Sudewo masih diperiksa di Polres Kudus.

"Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah saudara SDW (Sudewo)," kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.

Baca Juga : KPK Siapkan Perluasan Desa Antikorupsi 2026 di 12 Provinsi, Sulsel Targetkan 21 Desa

Sedangkan di Jawa Timur Budi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan 15 orang.

"Benar, hari ini Senin (19/1/2026), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur. Selanjutnya 9 orang diantaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun," ujarnya.

Dia belum menguraikan perkara apa yang membuat Sudewo terjaring OTT dan siapa saja yang diamankan bersama Sudewo. Sedangkan dalam operasi di Jawa Timur tim KPK menyita barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Baca Juga : KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers, Ikuti KUHAP Baru

"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," pungkasnya.

Pihak yang diamankan dalam OTT tersebut berstatus terperiksa. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Sekadar diketahui, dua kepala daerah tersebut yakni Bupati Pati, Sudewo dan Walikota Madiun Maidi pada Pilkada serentak lalu diendorse oleh mantan Presiden Joko Widodo. Beredar video, Joko Widodo menitip menjaga daerah masing-masing.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru