Hari Ketiga Pencarian ATR 42-500, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban dan Black Box

IST

Tim yang dikerahkan hari ini difokuskan untuk mengevakuasi dua jenazah korban yang telah ditemukan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Memasuki hari ketiga operasi pencarian pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan di lereng gunung sekaligus memfokuskan pencarian pada bagian ekor pesawat untuk menemukan kotak hitam atau black box.

Danrem 141/Todopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan mengatakan, hingga Selasa, 19 Januari 2026, evakuasi korban masih terkendala medan ekstrem dan kondisi cuaca yang belum bersahabat.

“Korban kedua masih di lereng. Yang pertama kita usahakan bisa diturunkan,” ujar Andre kepada wartawan di Posko Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep.

Baca Juga : Tim SAR Temukan Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500, Total 10 Korban Ditemukan

Ia menjelaskan, tim yang dikerahkan hari ini difokuskan untuk mengevakuasi dua jenazah korban yang telah ditemukan.

Sementara itu, personel lainnya tetap melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang masih belum ditemukan.

“Tim evakuasi ini fokus untuk jenazah pertama dan kedua, yang lain tetap melakukan pencarian,” terangnya.

Baca Juga : Bocah 4 Tahun Terjatuh dari Kapal di Perairan Pangkep, Tim SAR Lakukan Pencarian

Terkait jalur evakuasi, Andre menyebut tim SAR masih mencari rute paling aman dan terdekat untuk menurunkan korban.

Evakuasi melalui jalur udara belum memungkinkan karena cuaca yang tidak mendukung.

“Karena situasi tidak mendukung, tapi kita usahakan jalur yang paling dekat. Kondisi saat ini belum memungkinkan evakuasi udara, sehingga jalur darat menjadi satu-satunya pilihan. Kita juga mengejar agar keluarga korban segera mendapatkan kepastian,” ucapnya.

Baca Juga : Pria Paruh Baya Diduga Tenggelam di Irigasi Rappang, Tim SAR Lakukan Pencarian

Selain evakuasi korban, Tim SAR juga mulai memusatkan perhatian pada pencarian bagian ekor pesawat yang diduga menjadi lokasi keberadaan black box.

“Kita akan menambah satu sektor di bagian ekor. Selama ini fokus kita masih pada jenazah, sekarang kita masuk ke ekor pesawat,” kata Andre.

Meski cuaca ekstrem masih melanda kawasan pegunungan, Andre menegaskan tim SAR tetap bersiaga dan melanjutkan operasi pencarian.

Baca Juga : Tim SAR Gabungan Temukan Syadza tak Bernyawa

“Kondisi tetap kita upayakan masuk. Sejak tadi malam hujan badai, tetapi kita tetap memaksa naik untuk mencari. Bahkan ada tim yang sudah bermalam sejak tadi malam dan standby di lokasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah barang pribadi milik korban serta bagian pesawat ATR 42-500 di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian Bulusaraung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator, Muhammad Arif Anwar, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat.

Baca Juga : Basarnas Makassar Lakukan Pencarian Seorang Warga yang Lompat di Jembatan Sungai Pappa

“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian pesawat seperti pelampung dan fire signal di sekitar bagian kepala pesawat,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Senin malam, 18 Januari 2026.

Ia menjelaskan, seluruh barang temuan telah diamankan, didata, serta ditandai titik koordinatnya sesuai prosedur. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian dan menentukan langkah evakuasi selanjutnya.

“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk rappelling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menilai temuan barang pribadi dan bagian pesawat menandakan Tim SAR telah berada di area krusial lokasi jatuhnya pesawat.

“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian dari pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial. Ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan,” ucapnya.

Syafii menambahkan, cuaca masih menjadi tantangan utama dalam operasi SAR.

Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap menghambat pergerakan tim, baik melalui jalur udara maupun darat.

“Meski menghadapi tantangan besar, tim SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel. Operasi ini akan terus dilanjutkan secara profesional dan terukur hingga seluruh proses pencarian dan evakuasi dapat diselesaikan,” tandasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru