Trofi Piala Dunia Sapa Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) dan FIFA Legend Gilberto Silva (kiri) saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Hadirnya trofi Piala Dunia menjadi pelecut energi bagi anak-anak muda yang tengah berjibaku untuk meniti karier sebagai pemain profesional.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA -- Trofi Piala Dunia menyapa masyarakat Indonesia dalam rangkaian acara FIFA World Cup Trophy Tour, Kamis (22/1/2026).

Jakarta jadi satu dari lebih dari 75 lokasi yang disinggahi oleh trofi Piala Dunia. Untuk Indonesia, trofi Piala Dunia yang asli dipamerkan selama sehari.

Perwakilan Coca Cola selaku sponsor acara, Selman Careaga, menilai masyarakat sepak bola Indonesia selalu punya antusiasme dan energi yang besar terkait sepak bola.

Baca Juga : Tiket Piala Dunia Naik Gila-gilaan, Suporter Ngamuk!

"Kami bisa merasakan energi dari bangsa, kami bisa melihat bahwa sepak bola memang menjadi hasrat dari masyarakat Indonesia."

"Mulai dari adanya tarkam (antarkampung) hingga besarnya dukungan terhadap tim nasional, ini adalah bukti hasrat mereka yang tidak bisa kita pungkiri," ucap Selman yang merupakan Presiden ASEAN and South Pacific The Coca Cola Company.

Trofi Piala Dunia alias FIFA World Cup Trophy mulai diperebutkan sejak Piala Dunia edisi 1974 hingga saat ini. Sebelumnya, Piala Dunia memperebutkan trofi Jules Rimet.

Baca Juga : Jangan Gentar Nama Besar Tim Samba

Trofi Jules Rimet sudah abadi menjadi milik Brasil. Hal itu terjadi setelah Brasil jadi juara Piala Dunia tiga kali. Brasil melakukan hal tersebut pada 1958, 1962, dan 1970.

Tur trofi Piala Dunia ini merupakan rangkaian dari persiapan gelaran Piala Dunia 2026. Piala Dunia 2026 direncanakan digelar di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menyambut baik World Cup Trophy Tour di Jakarta. Tisha merasa kehadiran trofi itu bisa memberikan motivasi kepada insan sepak bola Indonesia, terutama kepada generasi muda.

Baca Juga : Garuda Tumbang, Piala Dunia Tinggal Mimpi

"Yang pertama, kalau bagi sepak bola Indonesia sendiri, kita sudah bicarakan sepak bola dalam spektrum yang lebih luas lagi. Bagi saya, sepak bola itu membawa mimpi, harapan, dan kesempatan," ujar Tisha.

"Jadi harapan dan kesempatan itu harus terus hidup, harus terus ada, karena bagaimana pun orang-orang menilainya, anak-anak berkesempatan untuk bermain sepak bola, berkesempatan untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik, berkesempatan untuk punya dampak ekonomi dan sosial yang begitu luas itu dimulai dari satu hal yang inspiratif," lanjut Wakil Ketua Umum PSSI itu.

Hadirnya trofi Piala Dunia juga bisa menjadi pelecut energi bagi anak-anak muda yang tengah berjibaku untuk meniti karier sebagai pemain profesional. Juga para pelatih yang tengah menimba ilmu di dunia kepelatihan.

Baca Juga : Ditekuk Arab Saudi 3-2, Peluang Indonesia ke Piala Dunia Masih Terbuka

"Jadi ini datangnya bagi saya adalah mimpi, harapan, dan kesempatan untuk anak-anak muda kita yang sedang berjibaku, latihan, mungkin mereka lagi sulit, berpikir apakah bisa jadi pemain bola atau enggak, apakah bisa jadi pelatih profesional atau enggak, apakah bisa jadi wakil internasional atau enggak, itu punya energi tambahan. Jadi bagi masyarakat pecinta sepak bola, menjadi hal yang luar biasa adanya trophy tour ini," tegas Tisha.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru