PLN Hadirkan Program Biogas di Sinjai, Ubah Limbah Ternak Jadi Energi Bersih
Program ini memanfaatkan limbah kotoran sapi miliki warga menjadi sumber energi memasak yang rama lingkungan dan ekonomis.
PORTALMEDIA.ID, SINJAI – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menghadirkan Program Biogas Kampung Energi Terpadu di Dusun Bakae, Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai.
Program ini memanfaatkan limbah kotoran sapi miliki warga menjadi sumber energi memasak yang rama lingkungan dan ekonomis.
Melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli yang bekerja sama dengan Yayasan Peduli Bangsa Sinjai, sebuah unit biodigister berkapasitas 12 meter kubik kini telag melayani kebutuhan energi bagi delapan rumah tangga di dusun tersebut.
Salah seorang penerima manfaat, Hasriani, mengungkapkan bahwa biogas merupakan solusi yang sangat nyata untuk kebutuhan sehari-hari yang meringankan beban ekonominya.
Sebelum adanya biogas, Hasriani mengatakan bahwa ia menghabiskan sekitar empat tabung gas atau sejumlah Rp72.000 per bulan untuk kebutuhan memasak sehari-hari di rumah.
“Alhamdulillah, dengan biogas kami tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Dana yang tadinya dipakai untuk membeli tabung gas dapat digunakan untuk kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan rumah sehari-hari,” ujar Hasriani.
Selain menghemat pengeluaran, kompor biogas ini dinilai lebih aman. Biogas bekerja pada tekanan rendah tanpa tabung, sehingga risikonya jauh lebih kecil dibandingkan tabung gas.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa program ini dimaksudkan untuk menghasilkan dampak berkelanjutan jangka panjang dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan ketahanan.
“Biogas di Dusun Bakae ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah ternak dapat diubah menjadi sumber energi bersih serta memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat,” jelas Edyansyah.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN UID Sulselrabar atas dukungan Program Biogas Kampung Energi Terpadu di Dusun Bakae, Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur.
“Program ini menurut saya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menyediakan akses energi memasak yang lebih ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas lingkungan desa,” ungkap Ratnawati Arif.
Menurutnya, pemanfaatan limbah ternak menjadi energi dan pupuk organik nantinya turut mendorong kemandirian energi dan ketahanan ekonomi masyarakat.
“Ini merupakan contoh kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun desa ke arah yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Ke depan, program ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan dapur.
Residu hasil pengolahan kotoran sapi (slurry) memiliki potensi besar untuk dikembangkan meningkatkan kesuburan tanah dan menekan biaya pupuk kimia bagi petani serta menjadi bahan baku alternatif untuk budidaya ikan dan ternak ayam.
Dengan pengelolaan berbasis komunitas, Program Biogas Kampung Energi Terpadu ini diharapkan menjadi fondasi bagi warga Dusun Bakae untuk menuju masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan melalui optimalisasi sumber daya yang mereka miliki sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News