Kinerja Solid 2025: Laba Bersih PT Vale Melonjak 32 Persen di Tengah Tantangan Pasar
Sepanjang tahun 2025, PT Vale mencatatkan produksi nikel dalam matte sebanyak 72.027 metrik ton (t), melampaui capaian tahun 2024 yang sebesar 71.311 t.
PORTALMEDIA - PT Vale Indonesia Tbk ("PT Vale" atau "Perseroan", kode saham IDX: INCO) mengumumkan pencapaian kinerja keuangan tahunan yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Meski menghadapi dinamika pasar yang menantang, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar AS$76,1 juta, meningkat signifikan sebesar 32% dibandingkan tahun sebelumnya.
Produksi dan Ekspansi Portofolio
Sepanjang tahun 2025, PT Vale mencatatkan produksi nikel dalam matte sebanyak 72.027 metrik ton (t), melampaui capaian tahun 2024 yang sebesar 71.311 t. Pertumbuhan ini tetap terjaga meski pada triwulan keempat (4T25) terjadi penurunan produksi sebesar 12% dibandingkan triwulan sebelumnya (3T25) akibat dimulainya proyek pembangunan kembali Furnace 3 pada November 2025.
Baca Juga : Produksi Saprolit Bahodopi Melejit 90 Persen, PT Vale Tatap Optimisme di 2026
Selain nikel matte, PT Vale memperluas sumber pendapatan melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Bahodopi dan Pomalaa. Total penjualan bijih saprolit mencapai 2.316.023 wet metric tons (wmt), dengan kontribusi terbesar berasal dari Blok Bahodopi.
Efisiensi Biaya di Tengah Penurunan Harga
Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 4% menjadi AS990,2 juta[span_7](end_span). [span_8](start_span)[span_9](start_span)Kenaikan ini didorong oleh volume pengiriman yang lebih tinggi dan peningkatan tingkat *payability* nikel matte sejak Juli tahun lalu, meskipun harga realisasi rata-rata nikel turun 7% menjadi AS12.157 per ton.
Dari sisi biaya, disiplin yang ketat membuat PT Vale berhasil menekan unit biaya kas penjualan menjadi AS$9.339 per ton, level terendah dalam empat tahun terakhir.
Proyek Strategis dan Keberlanjutan (ESG)
PT Vale terus memacu proyek-proyek pertumbuhan dengan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar AS$485,9 juta pada 2025, naik 46% dari tahun sebelumnya. Beberapa perkembangan penting meliputi:
Baca Juga : Gempuran Tekanan Global Tak Surutkan Langkah, PT Vale Sukses Cetak Penjualan Fantastis di Awal 2026
• Proyek Pomalaa: Konstruksi HPAL telah mencapai sekitar 50%, dengan empat unit autoclave yang sudah tiba di lokasi.
• Proyek Tambang Pomalaa: Telah mencapai kemajuan sekitar 60% dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2026.
• Peringkat ESG: Perseroan meraih peringkat risiko Sustainalytics sebesar 23,7, menjadikannya perusahaan pertambangan dengan peringkat terbaik di Indonesia.
Baca Juga : Pulihkan Ekosistem Pascatambang, PT Vale Indonesia Dorong Keberlanjutan di Tanah Sorowako
Menghadapi Tantangan 2026
Meski sempat menghadapi tantangan operasional dan insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus 2025, PT Vale menegaskan komitmennya terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab melalui audit independen IRMA.
"Hasil ini mencerminkan ketangguhan dalam menghadapi dinamika lingkungan pasar, serta memperkuat fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang," tulis manajemen dalam siaran pers resminya.
Baca Juga : Update Jembatan Sorowako: PT Vale Siapkan Jalur Alternatif, Akses Saat Ini Dibatasi
Hingga akhir Desember 2025, posisi keuangan Perseroan tetap solid dengan saldo kas sebesar AS$376,3 juta, yang dipersiapkan untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek strategis tepat waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News