Dulang Kesetaraan, PT Vale Indonesia Catat Kenaikan Signifikan Pekerja Perempuan hingga April 2026
PT Vale berharap pemberdayaan perempuan terus menjadi bagian dari keberlanjutan bisnis dan transformasi organisasi yang lebih setara.
PORTALMEDIA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus membuktikan bahwa industri pertambangan bukan lagi dunia yang tertutup bagi perempuan melalui peningkatan keterlibatan pekerja perempuan yang mencapai angka 12,37% per April 2026.
Angka ini mewakili 363 perempuan tangguh yang tersebar di wilayah operasional Sorowako, IGP Pomalaa, dan IGP Morowali, dengan tren pertumbuhan yang konsisten naik sejak tahun 2021.
Kenaikan ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari peran perempuan yang semakin meluas, mulai dari staf administrasi hingga posisi krusial seperti operator alat berat dump truck dan jajaran manajemen puncak. Bahkan di wilayah IGP Pomalaa, persentase pekerja perempuan menunjukkan angka yang sangat progresif mencapai 26,53%.
Keberhasilan ini didukung oleh komitmen kuat perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif melalui kebijakan Diversity, Equity & Inclusion (DEI).
PT Vale memastikan setiap pekerja perempuan merasa aman dan dihargai dengan menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap diskriminasi serta menyediakan fasilitas yang ramah perempuan, seperti ruang laktasi dan Alat Pelindung Diri (APD) yang disesuaikan untuk tubuh perempuan.
Selain itu, kesejahteraan mereka didukung dengan hak cuti melahirkan selama 4 bulan serta cuti haid yang dapat diambil dengan akses yang mudah. Melalui wadah Vale Women Network, perusahaan juga aktif memberikan program mentoring dan pengembangan kepemimpinan agar perempuan memiliki peluang yang sama untuk menempati posisi strategis.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, menegaskan bahwa industri tambang kini mencari inovator yang membawa perspektif baru untuk masa depan berkelanjutan.
"Di PT Vale, kesetaraan adalah mesin penggerak pertumbuhan. Kami berkomitmen memastikan setiap perempuan memiliki ruang yang aman dan peluang yang sama untuk berkarya, mulai dari operasional lapangan hingga kursi manajemen," ujar Vanda.
Menurutnya, keberadaan perempuan di sektor ini bukan lagi soal kekuatan fisik semata, melainkan soal kompetensi dan keberanian untuk membawa perubahan.
Menutup momentum peringatan Hari Kartini 2026, Vanda berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia agar tidak ragu berkarier di sektor tambang.
"Kami ingin perempuan tidak hanya hadir sebagai tenaga kerja, tetapi juga menjadi pemimpin dan agen perubahan. Jangan berhenti untuk terus berkarya dan mengasah potensi diri, karena sektor ini terbuka bagi siapa pun yang memiliki semangat belajar dan keberanian untuk berkembang tanpa dibatasi oleh stereotip gender," pungkasnya.
Dengan semangat ini, PT Vale berharap pemberdayaan perempuan terus menjadi bagian dari keberlanjutan bisnis dan transformasi organisasi yang lebih setara.
Salamaki Tapada Salama
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News