Diserempet Truk Katering, Pesawat Airbus A380 Singapore Airlines Gagal Terbang Tepat Waktu
Insiden ini menimpa penerbangan SQ326 rute Singapura-Frankfurt yang dijadwalkan tinggal landas pada pukul 12.35 waktu setempat, Rabu (22/4/2026). Melansir laporan The Strait Times, bagian penutup mesin jet penumpang terbesar di dunia tersebut mengalami kerusakan setelah tersenggol armada katering.
PORTALMEDIA.ID, SINGAPURA – Maskapai prestisius Singapore Airlines (SIA) terpaksa menelan pil pahit akibat insiden tak terduga di landasan pacu. Pesawat raksasa Airbus A380 milik mereka diserempet truk katering, yang berbuntut pada penundaan jadwal hingga pembatalan penerbangan lanjutan.
Insiden ini menimpa penerbangan SQ326 rute Singapura-Frankfurt yang dijadwalkan tinggal landas pada pukul 12.35 waktu setempat, Rabu (22/4/2026). Melansir laporan The Strait Times, bagian penutup mesin jet penumpang terbesar di dunia tersebut mengalami kerusakan setelah tersenggol armada katering.
Juru bicara SIA mengonfirmasi bahwa saat kejadian, kondisi pesawat dalam keadaan kosong tanpa penumpang di dalamnya. Meski pihak maskapai tidak merinci identitas operator truk maupun tingkat kerusakan mesin secara detail, efek domino dari kejadian ini cukup terasa bagi ratusan penumpang.
"Penumpang yang terdampak langsung diberikan layanan penyegaran sembari menunggu pesawat pengganti disiapkan," ungkap juru bicara SIA.
Efek Domino hingga Jerman
Setelah melalui proses perbaikan dan pemeriksaan teknis, pesawat A380 tersebut akhirnya dinyatakan laik terbang kembali. Penerbangan SQ326 baru bisa berangkat dari Singapura pukul 14.13 waktu setempat, membawa 452 penumpang dan 28 awak. Mereka mendarat di Frankfurt pukul 20.40 waktu setempat.
Namun, keterlambatan ini memicu masalah baru di Jerman. Penerbangan kembali, SQ325 rute Frankfurt-Singapura, terpaksa dibatalkan total. Hal ini disebabkan oleh aturan jam malam ketat di Bandara Frankfurt yang melarang aktivitas lepas landas maupun pendaratan antara pukul 23.00 hingga 05.00.
Berdasarkan data Flightradar24, jadwal SQ325 tidak mungkin dikejar mengingat proses turnaround pesawat jarak jauh—mulai dari penurunan penumpang hingga pengisian bahan bakar—membutuhkan waktu sedikitnya dua jam.
Permohonan Maaf SIA
Menanggapi pembatalan tersebut, pihak maskapai memastikan seluruh penumpang telah mendapatkan kompensasi sesuai prosedur, termasuk akomodasi hotel dan pengaturan ulang jadwal penerbangan (rebooking).
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Keselamatan penumpang dan awak kabin tetap menjadi prioritas utama kami," tutup pihak maskapai.
Kini, armada Airbus A380 tersebut dilaporkan sudah kembali beroperasi secara normal setelah penutup mesinnya rampung diperbaiki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News