Dari Sulsel untuk Dunia: Misi Kadiskop UKM Bawa Komoditas Lokal ke Pasar Global

ist

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetya, menegaskan bahwa kesuksesan kakao Sulsel di pasar Jakarta harus menjadi benchmark atau tolok ukur bagi komoditas lain seperti kopi, rumput laut, hingga produk perikanan.

PORTALMEDIA, JAKARTA – Kehadiran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Dinas Koperasi dan UKM di ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Gedung Smesco, Jakarta, membawa pesan kuat bagi peta industri nasional. Bukan sekadar pameran, ajang ini menjadi momentum bagi Sulsel untuk membongkar fakta bahwa komoditas unggulan daerah ini telah lama menjadi "tulang punggung" di balik kesuksesan berbagai merek mewah nasional.

Kakao Sebagai Lokomotif bagi Komoditas Unggulan Lainnya

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetya, menegaskan bahwa kesuksesan kakao Sulsel di pasar Jakarta harus menjadi benchmark atau tolok ukur bagi komoditas lain seperti kopi, rumput laut, hingga produk perikanan.

"Kita harus membuka mata bahwa banyak brand cokelat mewah dan ternama di Jakarta selama ini menggunakan kakao Sulawesi Selatan karena kualitasnya yang tak tertandingi. Keberhasilan kakao menembus industri elit nasional ini harus diikuti oleh komoditas kita lainnya. Kita punya sumber daya yang luar biasa, sekarang saatnya kita naik kelas dari sekadar penyedia bahan baku menjadi penyedia produk bernilai tambah," ujar Andi Eka di sela expo, Rabu (6/5/26).

Belajar dari Standar Jakarta: Revolusi Kemasan dan Daya Beli

Salah satu poin krusial yang ditekankan Andi Eka dalam kunjungannya adalah pentingnya UMKM Sulsel "belajar" dari cara brand-brand besar di Jakarta dalam mengemas produk.

Menurutnya, perbedaan mencolok antara produk daerah dan produk industri besar seringkali bukan pada rasa, melainkan pada kemasan dan standardisasi.

"Pelaku UMKM kita harus jeli melihat bagaimana brand di Jakarta mengubah kemasan menjadi sangat menawan sehingga mampu menciptakan minat beli yang tinggi. Rasa produk kita sudah juara, tapi untuk masuk ke supermarket dan pasar global, kemasan adalah 'pintu masuk' utama. Kami mendorong UMKM Sulsel untuk meng-upgrade kemasan mereka, wajib memiliki barcode, dan legalitas yang lengkap. Kemasan yang bagus adalah bentuk penghormatan kita terhadap kualitas isi produk sekaligus senjata utama bersaing di ritel modern," tegasnya.

Membangun Ekosistem Kemitraan Berkelanjutan

Inabuyer 2026 menjadi wadah strategis seiring kebijakan pemerintah pusat yang memperluas akses UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah (B2B2G).

Andi Eka secara aktif mengajak para investor dan pengusaha nasional untuk membangun kemitraan langsung dengan pelaku usaha di Sulsel.

"Ekosistem komoditas di Sulsel, khususnya kakao, sedang dalam performa terbaik untuk peningkatan produksi. Kami tidak mencari transaksi sekali putus, melainkan hubungan berkelanjutan. Kami ingin investor datang ke Sulsel, melihat langsung kualitasnya, dan tumbuh bersama UMKM kami," tambahnya.

Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Partisipasi aktif Sulsel ini merupakan langkah nyata mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Dengan mendorong UMKM masuk ke dalam rantai pasok industri besar dan program strategis nasional, Sulawesi Selatan optimistis sektor perkebunan dan UMKM akan menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berdaya saing global.

Melalui ajang ini, komoditas Sulawesi Selatan diproyeksikan tidak lagi hanya berhenti di toko oleh-oleh, namun bertransformasi menjadi produk kebanggaan Indonesia yang siap mengguncang pasar dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru