LAZ Hadji Kalla Standarisasi Guru Mengaji di Pinrang Melalui Metode Tilawati
Langkah ini diambil untuk membangun sistem pendidikan Al-Qur'an yang lebih terstruktur di wilayah pelosok.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Upaya membangun pendidikan Al-Qur'an yang lebih terarah terus dilakukan di pelosok desa.
LAZ Hadji Kalla melalui program Tebar Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS) resmi menhgelar Diklat Standardisasi Guru Mengaji Metode Tilawati Level 1 di Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.
Langkah ini diambil untuk membangun sistem pendidikan Al-Qur'an yang lebih terstruktur di wilayah pelosok.
Kegiatan yang dimulai pada awal Mei 2026 ini diikuti oleh 31 peserta dari empat masjid di Desa Rajang, yakni Masjid Nurul Huda Buttu-buttu sebanyak 10 orang, Masjid Nurul Yaqin Buttu Rajang 6 orang, Masjid An Nur Buttu 7 orang, dan Masjid Al Ikhlas Kampung Suka 8 orang.
Program ini bermula dari kondisi pembelajaran Al-Qur'an di masyarakat yang masih berjalan secara sederhana. Sebagian besar masjid di Desa Rajang belum memiliki TPQ aktif, sementara jumlah anak-anak usia belajar mengaji cukup banyak.
Kegiatan mengaji selama ini umumnya berlangsung secara tidak rutin dan masih mengandalkan pola mengaji kampung tanpa sistem pembelajaran yang terarah.
Melihat kondisi tersebut, Dai DBS LAZ Hadji Kalla, Abdurrahman Laica, mulai melakukan pendampingan langsung sejak awal penugasannya di desa.
Selain mengajar anak-anak secara rutin, ia juga aktif menghidupkan kembali pembelajaran Al-Qur'an di masjid-masjid dan menginisiasi pembentukan TPQ di empat titik.
"Permasalahan utama di sini bukan hanya kurangnya TPQ, tetapi juga belum adanya guru mengaji yang memiliki metode pembelajaran yang seragam dan terstruktur. Karena itu, kami mencoba membangun sistemnya sekaligus menyiapkan SDM pengajarnya," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari pembentukan TPQ tersebut, para calon guru mengaji kemudian difasilitasi mengikuti Diklat Standardisasi Guru Mengaji Level 1 menggunakan Metode Tilawati yang diselenggarakan secara daring dari Surabaya.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan dasar mengajar Al-Qur'an dengan metode yang lebih sistematis dan mudah diterapkan kepada anak-anak.
Program Officer Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Muh. Syafei Karsali, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas guru mengaji menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur'an yang berkelanjutan di desa.
"Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan Al-Qur'an yang bisa terus berjalan di masyarakat. Harapannya, TPQ yang mulai terbentuk dapat berkembang lebih baik dengan dukungan guru mengaji yang memiliki standar pembelajaran yang sama," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rajang, Muhammad Abu, mengapresiasi langkah pendampingan yang dilakukan LAZ Hadji Kalla melalui program Tebar Dai DBS.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan di Desa Rajang. Kehadiran program ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menyiapkan guru-guru mengaji yang lebih siap membina anak-anak belajar Al-Qur'an secara teratur dan terarah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News