Monsun Australia Melemah, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sulsel Sepekan ke Depan

ist

BMKG menyebutkan bahwa melemahnya pengaruh angin dari Australia ini berbarengan dengan meningkatnya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang kini berada pada fase 3 di Samudra Hindia.

PORTALMEDIA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk periode 15-21 Mei 2026. Meski sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau, melemahnya Monsun Australia justru membuka peluang peningkatan curah hujan.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa melemahnya pengaruh angin dari Australia ini berbarengan dengan meningkatnya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang kini berada pada fase 3 di Samudra Hindia.

"Kondisi ini membuka peluang masuknya massa udara yang lebih lembap dari perairan barat Sumatra, sehingga kandungan uap air di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan dapat kembali meningkat," tulis BMKG dalam laporan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan.

Fenomena Atmosfer di Sulawesi Selatan

Secara spasial, aktivitas MJO diprediksi akan melintasi beberapa wilayah strategis, termasuk Sulawesi bagian selatan. Selain itu, dinamika atmosfer juga dipicu oleh adanya gelombang tropis Kelvin yang bergerak ke arah timur, yang diprediksi aktif di Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Lebih lanjut, BMKG mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Sulawesi. Titik-titik ini membentuk daerah konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan yang masif.

"Kombinasi antara pelemahan monsun, peningkatan suplai uap air, aktivitas gelombang tropis, serta pola belokan dan perlambatan angin berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan," tambah BMKG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru