PLUT Sulsel Fasilitasi Puluhan UMKM Makassar Kuasai Manajemen Keuangan dan Digitalisasi QRIS

ist

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan sukses menggelar workshop intensif bertajuk "Unlock UMKM 2026: Kelola Cuan, Kuasai Pasar!". Kegiatan yang dikemas dalam program "Senin Ceria" ini berlangsung di Aula UPT PLUT Sulsel, Jl. Metro Tanjung Bunga, pada Senin (18/5/2026).

 

PORTALMEDIA — Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan sukses menggelar workshop intensif bertajuk "Unlock UMKM 2026: Kelola Cuan, Kuasai Pasar!". Kegiatan yang dikemas dalam program "Senin Ceria" ini berlangsung di Aula UPT PLUT Sulsel, Jl. Metro Tanjung Bunga, pada Senin (18/5/2026).

Acara kolaboratif yang didukung oleh Danantara Indonesia, UMKM Layak, Jamkrindo, serta BNI ini diawali dengan registrasi peserta, pembukaan resmi, doa bersama, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sinergi dan Pembukaan Resmi

Memasuki sesi sambutan, Kepala Bagian Bisnis Kanwil Makassar, Sovyan Mahardi (mewakili Pimpinan Jamkrindo Cabang Makassar), menyampaikan komitmen penuh dalam mendukung penguatan kapasitas UMKM, khususnya dalam hal penjaminan kredit dan kemudahan akses pembiayaan yang aman di Sulawesi Selatan.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Plt Kepala UPT PLUT Sulawesi Selatan, Luqi Ubaidi Azis Halim, S.STP, M.Tr.A.P. Dalam arahannya, Ia menekankan bahwa penguasaan tata kelola keuangan dan pemahaman pasar adalah kunci hidup matinya sebuah usaha.

"Hari ini kita bahas dua hal yang menentukan hidup matinya UMKM: Literasi Keuangan dan Product-Market Fit. Banyak UMKM tutup bukan karena produk jelek, tapi karena uangnya tidak terkontrol dan jualan ke pasar yang salah. Usaha tanpa catatan keuangan itu seperti jalan tanpa peta. Dan produk sehebat apa pun tidak akan laku kalau tidak bertemu dengan pelanggan yang butuh," tegas Luqi.

Luqi juga memaparkan tiga langkah taktis yang harus dikuasai oleh para peserta selama pelatihan.

"Di pelatihan ini kita akan belajar 3 hal cepat: Pertama, pisahkan uang pribadi dan usaha, baca arus kas sederhana. Kedua, hitung harga jual yang sehat, bukan asal murah. Ketiga, validasi produk ke pasar sebelum habiskan uang untuk iklan. Ingat, catat uangnya, pahami pasarnya. UMKM yang tahu angka dan tahu masalah pelanggan, pasti bertahan dan naik kelas," lanjutnya.

Prosesi pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata, sesi foto bersama seluruh stakeholder, serta pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal para pelaku usaha yang hadir.

Rangkaian Materi Komprehensif: Dari Peran Jamkrindo hingga Digitalisasi QRIS

Memasuki sesi inti, Julianto Nugroho selaku Manager Operasional Jamkrindo Cabang Makassar mengawali pemaparan dengan membedah tema "Peran Jamkrindo Dalam Mendukung UMKM". Beliau menjelaskan bagaimana industri penjaminan hadir sebagai solusi nyata bagi pelaku usaha yang memiliki potensi bisnis namun menghadapi kendala agunan dalam mengakses permodalan perbankan.

Selanjutnya, materi utama mengenai "Literasi Keuangan" dikupas tuntas oleh Dr. Bachtiar Baso, S.Pd., MM. Selama 90 menit, para peserta dibimbing secara praktis cara memisahkan dompet pribadi dan bisnis, membaca arus kas (cash flow) sederhana, hingga menetapkan harga jual produk yang sehat agar bisnis terhindar dari kerugian yang tidak disadari.

Selain itu, ada juga materi "Fasilitasi QRIS" yang dibawakan oleh perwakilan BNI Cabang Makassar. Sesi ini memberikan solusi digitalisasi transaksi pembayaran agar UMKM dapat melayani pelanggan secara lebih cepat, aman, dan tercatat otomatis dalam sistem perbankan.

Validasi Pasar Melalui Workshop Product-Market Fit

Pelatihan ditutup dengan "Workshop Product-Market Fit". Pada sesi ini, peserta diajak melakukan simulasi dan validasi produk. Mereka belajar membedah kebutuhan nyata pelanggan agar produk atau jasa yang ditawarkan benar-benar diserap pasar secara organik sebelum pelaku usaha telanjur menggelontorkan modal besar untuk biaya iklan.

Rangkaian kegiatan "Senin Ceria" ini ditutup dengan pengisian post-test dan umpan balik (feedback) untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bisnis, serta penutupan resmi.

Melalui sinergi lintas sektor ini, PLUT Sulsel bersama para mitra berkomitmen untuk terus mengawal alumni pelatihannya agar mampu menjadi pelaku UMKM yang sehat secara finansial, laku di pasar, dan naik kelas secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru