Pelindo Jasa Maritim Kenalkan 'The Benoa Model' di Forum LNG Internasional 2026

ist

Forum internasional tahun ini sendiri mengusung tema “Delivering Resilience: Enabling Regional Energy Access Through Flexible LNG Solutions for Infrastructure, Innovation & Integration.”

PORTALMEDIA.ID, BALI – PT Pelindo Jasa Maritim resmi memperkenalkan konsep pengelolaan Pelabuhan Benoa sebagai simpul energi nasional sekaligus destinasi pariwisata maritim.

Konsep bertajuk "The Benoa Model" ini dipaparkan dalam ajang 11th Annual LNG Supply, Transport & Storage Forum 2026 di Padma Resort, Bali, yang berlangsung pada 6–7 Mei 2026.

Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim, Edward Danner Pardamean Napitupulu, hadir sebagai pembicara membawakan materi “The Benoa Model: How Bali’s FSRU and Maritime Tourism Hub Coexist Through Integrated Energy, Safety, and Environmental Governance.”

Dalam paparannya, Edward menjelaskan posisi strategis Pelabuhan Benoa sebagai critical national energy hub yang tetap menjalankan fungsi sebagai gerbang pariwisata maritim Bali.

Terminal LNG Benoa menopang kebutuhan kelistrikan pulau, sementara kawasan pelabuhan melayani kapal pesiar, feri antar-pulau, dan kapal wisata.“Keberhasilan Benoa terletak pada koordinasi terintegrasi antar seluruh pemangku kepentingan sehingga operasional energi dan aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan secara aman dan optimal,” ujar Edward.

Pengelolaan tersebut dijalankan melalui Integrated Coordination Framework yang melibatkan KSOP, operator FSRU, PLN, KLHK, operator pariwisata, TNI AL, hingga Basarnas.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menjaga keselamatan operasional, keamanan pelayaran, serta perlindungan lingkungan di kawasan pelabuhan. Model pengelolaan Benoa dinilai sebagai contoh integrasi infrastruktur energi strategis dengan kawasan pariwisata maritim yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.

Melalui momentum ini, PJM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran Pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan multifungsi. Langkah ini diharapkan dapat terus mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memacu pertumbuhan sektor pariwisata.

Forum internasional tahun ini sendiri mengusung tema “Delivering Resilience: Enabling Regional Energy Access Through Flexible LNG Solutions for Infrastructure, Innovation & Integration.”

Agenda tahunan ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama sektor energi dan maritim, di antaranya Kementerian ESDM, SKK Migas, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, PT PLN Energi Primer Indonesia, PT Pertamina Gas Negara, PT PELNI, operator FSRU, serta sejumlah perusahaan pelayaran dan logistik LNG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru