Arus Peti Kemas Pelindo Naik 7 Persen, Sinyal Positif Ekonomi Awal 2026

ist

Pertumbuhan arus domestik juga menjadi sinyal pemerataan ekonomi ke wilayah Indonesia Timur.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA — Aktivitas ekonomi nasional menunjukkan sinyal positif pada awal tahun 2026.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat arus peti kemas hingga April 2025 mencapai 6,42 juta TEUs, naik hingga sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,99 juta TEUs.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan peningkatan arus peti kemas ini tidak hanya berasal dari aktivitas ekspor-impor, tetapi juga dari distribusi barang domestik.

“Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan segmen internasional yang meningkat sekitar 11 persen, dengan ekspor tumbuh 10 persen dan impor naik 12 persen. Sementara itu, arus peti kemas domestik tumbuh sekitar 4 persen, dengan aktivitas bongkar meningkat 5 persen dan muat naik 4 persen,” ujar Achmad dalam keterangan tertulisnya.

Ketahanan perdagangan luar negeri Indonesia di tengah ketidakpastian global ini dipicu oleh kuatnya hubungan dagang di kawasan intra-Asia.

Wilayah Tiongkok dan ASEAN menyumbang porsi besar, yakni 46,2 persen untuk ekspor dan 56,5 persen untuk impor Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah komoditas ekspor dan impor utama yang mengalami lonjakan signifikan antara lain:

Komoditas ekspor produk kimia naik 12,27%, mesin dan peralatan mekanis 9,26%, dan lemak/minyak hewan/nabati yang tumbuh 7,95%.

Dari sisi impor, peningkatan terutama terjadi pada mesin dan peralatan mekanis sebesar 22,1%, mesin dan perlengkapan elektrik 17,91%, instrumen optik 20,8%, serta berbagai produk kimia 36,31%.

Pertumbuhan arus domestik juga menjadi sinyal pemerataan ekonomi ke wilayah Indonesia Timur.

Pelabuhan Tanjung Priok mencatat pertumbuhan domestik 8 persen berkat pengiriman ke wilayah timur, Pelabuhan Makassar tumbuh 7 persen yang didominasi oleh komoditas pertanian seperti beras, jagung, dan palawija, serta Pelabuhan Tanjung Perak naik 2 persen untuk rute Makassar, Kendari, dan Berau.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa pemerintah terus menggenjot kapasitas infrastruktur.

Sepanjang 2025 hingga April 2026, pemerintah telah menetapkan 12 lokasi terminal multipurpose menjadi terminal peti kemas khusus, termasuk di Pelabuhan Banten dan Tanjung Emas Semarang.

Selain itu, dalam kurun waktu 2025–2026, pemerintah telah membangun dan merehabilitasi fasilitas pelabuhan di 74 lokasi seluruh Indonesia demi mempercepat digitalisasi dan memperkuat jaringan logistik hub and spoke.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru