Polisi Bantah ada Keganjalan dalam Kasus Bunuh Diri Haidir
Kasus bunuh diri dari pemuda bernama Haidir (31), sebelumnya dinilai ganjal oleh keluarga. Dengan membeberkan sejumlah bukti, pihak keluarga yakin kematian Haidir tidak murni bunuh diri.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalanrea mengkonfirmasi ulang kasus kematian Haidir (31), pemuda yang dinilai ganjal kematiannya oleh keluarga, adalah murni gantung diri.
"Hasil visum dokter itu mengatakan tidak ada tanda kekerasan. Memang murni bunuh diri," jelas Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syaharuddin kepada Portalmedia.id, Kamis (7/7/2022).
Kata Syaharuddin, kasus kematian Haidir kini masih terus didalami pihaknya. Spekulasi kematian Haidir yang disebut tidak wajar juga masih diselidiki polisi.
Baca Juga : MUI Sulsel Angkat Bicara soal Kasus Bunuh Diri di Pinrang
"Proses masih lanjut, tapi untuk mengarah untuk tersangka belum ada. Hanya prosesnya jalan terus," ucapnya.
Pihak kepolisian juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi dalam perkara kematian Haidir. Salah satunya wanita berinisial K tersebut.
"Ada beberapa orang yang diambil keterangannya, termasuk wanita yang melaporkan kasus ini. Barang bukti diamankan itu tali," tukasnya.
Baca Juga : Kematian Seorang Pemuda di Makasar Dinilai Ganjal, Pihak Keluarga Bongkar Makam dan Lakukan Autopsi
Ibu Korban Beberkan Bukti jika Haidir Tidak Bunuh Diri
Sebelumnya diberitakan, pihak keluarga pemuda bernama Haidir (31) yang dikabarkan tewas akibat gantung diri merasa ada yang aneh dari kematian almarhum.
Dari keterangan pihak keluarga, menyebutkan ada sejumlah luka diduga akibat penganiayaan di tubuh Haidil.
Ibu korban, Jumiati (60) menduga anak lelakinya itu meninggal dengan cara tidak wajar. Kecurigaan ibu korban berawal dari informasi awal yang diterima bahwa anak lelakinya itu ditemukan tewas akibat gantung diri.
Setelah dicek di lokasi, jasad korban kala itu tidak dalam posisi tergantung namun sudah terbaring di lantai kamar indekosnya.
"Ini saya mau minta keadilan karna kematian anakku saya anggap tidak wajar. Karna faktanya saya liat mukanya, giginya, patah tangannya ada keganjalan, kayak ada tanda-tanda kekerasan, di kakinya juga ada luka memar biru," jelas Jumiati kepada wartawan saat ditemui di salah satu kafe di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (6/7/2022) siang kemarin.
Kata Jumiati, laporan bahwa anak gantung diri pertama kali didengarnya oleh seorang wanita berinisial K yang merupakan kekasih anaknya itu.
"Laporannya si perempuan (K) ini gantung diri, tapi setelah dicek di lokasi anak saya terkapar di lantai. Makanya kenapa laporannya gantung diri, padahal posisinya sudah di lantai. Ini bohong semua keterangannya," ungkap Jumiati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News