Dilaporkan Al Jazeera, Citra Satelit Terbaru Ungkap Penghapusan Massal Geografi Gaza Selatan oleh Israel

Citra satelit yang dirilis Al Jazeera memperlihatkan bentang alam dan infrastruktur sipil di wilayah Gaza sebelum mengalami pelenyapan sistematis akibat perluasan kendali militer Israel. (Foto: Al Jazeera via portalmedia.id)

Investigasi Al Jazeera lewat citra satelit terbaru mengungkap penghancuran sistematis pemukiman, pemakaman, dan lahan pertanian di Gaza Selatan seiring perintah Netanyahu perluas kontrol teritorial.

GAZA, portalmedia.id — Pembaruan peta udara dan citra satelit terbaru mengungkap fakta mencengangkan terkait hancurnya bentang alam, geografi, serta infrastruktur sipil di wilayah Gaza Selatan secara sistematis.

Dokumentasi visual tersebut memperlihatkan bagaimana pusat pemukiman padat penduduk, lahan pertanian, fasilitas pendidikan, hingga area pemakaman lenyap dan berubah fungsi menjadi pos militer serta jalur patroli berlapis baja milik pasukan Israel.

Laporan yang dihimpun portalmedia.id dari investigasi mendalam media internasional Al Jazeera menunjukkan bahwa eskalasi pembongkaran wilayah ini berjalan linear dengan target perluasan kontrol teritorial yang dicanangkan oleh pemerintah Israel.

Baca Juga : Gencatan Senjata Rapuh! AS Gempur Basis Drone Iran, Israel Targetkan Beirut

Pelenyapan Pemukiman dan Fasilitas Publik

Berdasarkan data investigasi yang dirilis Mohamed Alzanin dan Al Jazeera Staff, kawasan Rafah dan Khan Younis menjadi titik terparah yang mengalami de-geografisasi atau penghapusan peta pemukiman.

Proyek perumahan besar seperti lingkungan Saudi di Tal as-Sultan yang mengintegrasikan ratusan unit hunian kini rata dengan tanah. Kondisi serupa menimpa Hamad City, kompleks apartemen modern yang dulunya menampung belasan ribu warga berpenghasilan rendah.

Baca Juga : Netanyahu Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Trump di Tengah Gempuran ke Iran

Tak hanya pemukiman, pilar pendidikan di Gaza turut dilumpuhkan secara permanen melalui peledakan terkendali (controlled military detonations). Tiga kampus besar, yakni Universitas Islam Gaza (IUG), Universitas Al-Azhar, dan Universitas Al-Israa di wilayah selatan, dilaporkan telah rata dengan tanah.

Dampak mengerikan lainnya menyasar sektor pangan dan memori publik:

Sektor Pertanian: Organisasi Pangan dan Orientasi Pertanian PBB (FAO) mencatat kini kurang dari 5 persen lahan pertanian di Gaza yang masih tersisa dan bisa digunakan.

Baca Juga : Menteri Keuangan Israel Mundur dari Kabinet Netanyahu

Area Pemakaman: Lembaga Euro-Med Human Rights Monitor melaporkan sekitar 94 persen area pemakaman di Gaza telah dihancurkan sebagian atau sepenuhnya, kemudian dialihfungsikan menjadi barak militer.

Perintah Netanyahu: Targetkan Kuasai 70 Persen Wilayah

Bukti visual berskala masif melalui satelit ini memperkuat keabsahan dari arahan politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam sebuah bocoran video dari Channel 12 yang beredar baru-baru ini, Netanyahu secara eksplisit mengonfirmasi rencana perluasan wilayah pendudukan tersebut.

Baca Juga : ICC Keluarkan Surat Perintah Tangkap Benjamin Netanyahu

"Saat ini, kita telah mengendalikan penuh 60 persen wilayah Jalur Gaza. Dan instruksi saya (kepada militer) adalah mencapai target hingga 70 persen," ujar Netanyahu dalam rekaman tersebut.

Akibat dari perluasan zona militer dan penghancuran rumah tinggal ini, sekitar 1,9 juta dari total 2,3 juta warga Palestina di Gaza kini terpaksa mengungsi di dalam wilayah sendiri (internally displaced).

Mereka berdesakan di zona kemanusiaan yang kian menyusut, seperti di pesisir Al-Mawasi, dengan kondisi tenda darurat yang sangat padat dan memprihatinkan tanpa akses sanitasi yang memadai (red).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru