Progres Sudah 40 Persen, Appi Kebut Pembenahan TPA Antang Menuju Sanitary Landfill

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi jajaran pejabat teknis dan pengawas lapangan saat meninjau langsung progres proyek pembenahan vegetasi dan penimbunan tanah urug (cover soil) di TPA Antang, Kecamatan Manggala, Selasa (9/6/2026).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung pembenahan TPA Antang. Progres fisik capai 40 persen demi mengejar target peralihan ke sistem sanitary landfill.

MAKASSAR, portalmedia.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus memacu percepatan proyek pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kecamatan Manggala. Langkah masif ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, guna melepaskan kota ini dari bayang-bayang sistem pengelolaan sampah terbuka.

Akselerasi penataan ini ditujukan untuk memenuhi regulasi nasional yang secara ketat mewajibkan penghentian sistem open dumping (pembuangan terbuka) dan bermigrasi penuh ke sistem sanitary landfill yang jauh lebih higienis serta ramah lingkungan.

"Makanya dengan kesempatan waktu yang diberikan, kita memastikan bahwa TPA ini harus menjadi sanitary landfill," tegas Wali Kota yang akrab disapa Appi tersebut saat meninjau langsung progres pembenahan dan penimbunan di kawasan TPA Antang, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga : Munafri Buka Peluang Kerja Sama Investasi untuk Pengembangan Penerangan Jalan Kota Makassar

Langkah penataan kawasan ini merupakan tindak lanjut konkret atas arahan administratif yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup terkait standardisasi tata kelola persampahan di TPA Antang. Menurut Appi, sistem pembuangan terbuka yang telah berjalan puluhan tahun sudah tidak lagi diperbolehkan secara hukum.

Secara teknis, metode sanitary landfill diterapkan dengan cara menggelar sampah secara bertahap pada sel penampungan tertentu, meratakan, serta memadatkannya menggunakan alat berat sebelum ditutup rapat dengan lapisan tanah urug (cover soil). Metode pelapisan ini krusial untuk mengisolasi material sampah, mereduksi bau menyengat, serta membendung rembesan air lindi agar tidak mencemari air tanah.

"Nah, sanitary landfill ini membutuhkan cover soil sehingga seluruh area TPA tertutup dengan material timbunan. Pada saat semuanya sudah tertutup, bukaan-bukaan yang ada nantinya bukan lagi untuk sampah rumah tangga yang bercampur, tetapi diisi oleh residu yang sudah melalui proses pemilahan," papar mantan CEO PSM tersebut.

Baca Juga : Ketegangan Timur Tengah Memuncak, Iran Balas Gempuran Israel Setelah Klaim ‘Garis Merah’ Dilanggar

Progres Realisasi Fisik Tembus 40 Persen

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Ketua IKA FH Unhas ini mengungkapkan bahwa progres fisik pembenahan TPA Antang menuju sistem baru saat ini telah menembus angka di atas 40 persen. Aktivitas penimbunan material cover soil terus dikebut setiap hari pada titik-titik yang dulunya menjadi pusat penumpukan sampah terbuka.

"Sudah menuju di atas 40 persen penimbunannya. Area yang lebih curam sementara masih menjadi lokasi penampungan sampah yang dibawa truk pengangkut. Tetapi perlahan akan terus berkurang karena adanya intervensi pemerintah untuk memastikan proses pemilahan berjalan," urai politisi Golkar tersebut.

Baca Juga : TPA Antang Berbenah Total, Air Lindi Diolah Menggunakan Teknologi Eco True dan Sampah Ditata Berlapis

Meskipun progres berjalan positif, Appi mengakui masih ada tantangan mendasar di hulu. Hingga kini, pola pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga serta pemukiman warga belum berjalan secara masif. Akibatnya, armada truk pengangkut masih kerap menyuplai sampah dalam kondisi tercampur ke TPA Antang.

Guna mengatasi persoalan hulu tersebut, Pemkot Makassar mengonsolidasikan seluruh instrumen wilayah. Jajaran camat dan lurah telah dikumpulkan untuk mengaktifkan kembali fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) serta tempat penampungan sementara di tingkat basis.

"Sampah itu masalahnya ada di wilayah kelurahan dan kecamatan, di sini (TPA) hanya tempat pembuangan akhirnya. Karena itu, volume yang masuk ke tempat pembuangan harus diminimalisir. Yang masuk ke TPA seharusnya hanya sisa residunya saja," kata Appi.

Baca Juga : Isu Pergantian Menteri Keuangan Memanas, Istana Tegaskan Purbaya Yudhi Sadewa Tetap Bertahan

Sebagai langkah penguat, Pemkot Makassar kini tengah menggodok regulasi khusus untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah, sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan ruang publik.

"Karena ini persoalan kota secara keseluruhan, semua elemen harus ambil bagian dan ikut bertanggung jawab. Kami juga sangat mengharapkan adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan baik," kunci Munafri. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru