TPA Antang Berbenah Total, Air Lindi Diolah Menggunakan Teknologi Eco True dan Sampah Ditata Berlapis
Pemkot Makassar optimalkan 10 kolam lindi di TPA Antang menggunakan teknologi Eco True guna mencegah pencemaran air bawah tanah. Simak ulasan Wali Kota Munafri.
MAKASSAR, portalmedia.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus melakukan pembenahan menyeluruh di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen nyata untuk meningkatkan standar pengelolaan persampahan serta memperkuat perlindungan terhadap ekosistem lingkungan sekitar.
Saat meninjau langsung progres fisik pembenahan dan penimbunan lahan di TPA Antang, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut memberikan atensi khusus pada area instalasi kolam pengolahan air lindi yang terletak di bagian utara kawasan tersebut, Selasa (9/6/2026).
Fasilitas kolam lindi memegang peranan krusial dalam sistem manajemen TPA modern. Cairan lindi (leachate) sendiri merupakan limbah cair pekat beracun yang terbentuk dari hasil proses pembusukan sampah organik serta akumulasi rembesan air hujan yang melewati gunungan sel penimbunan sampah.
Baca Juga : Munafri Ajak RT/RW Pimpin Gerakan Pilah Sampah, Siapkan Insentif Rp100 Juta bagi Lingkungan Terbaik
Kepala UPTD TPA Antang, Nasrun, menjelaskan bahwa optimalisasi pembangunan kolam lindi ini difungsikan secara ketat untuk menangkap sekaligus memurnikan zat kimia berbahaya sebelum sisa airnya dialirkan keluar dengan aman.
"Tujuan dibangunnya kolam lindi adalah untuk menampung dan mengolah air lindi yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah dan air hujan. Keberadaan kolam ini sangat penting untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan atau merembes ke pemukiman warga," jelas Nasrun di sela-sela peninjauan.
Gunakan Teknologi Eco True dan Pengolahan Berjenjang
Baca Juga : Munafri Buka Peluang Kerja Sama Investasi untuk Pengembangan Penerangan Jalan Kota Makassar
Saat ini, kawasan Utara TPA Antang telah diperkuat dengan keberadaan sekitar 10 unit kolam lindi yang memiliki ukuran rata-rata 6 x 8 meter. Seluruh kolam tersebut dioperasikan menggunakan sistem filtrasi pengolahan bertahap (berjenjang) untuk mereduksi kadar zat pencemar secara berkesinambungan.
Teknisnya, air lindi yang terkumpul dipindahkan secara periodik dari satu kolam ke kolam berikutnya hingga parameter kualitas airnya menurun dan teruji memenuhi standar baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan oleh regulasi pemerintah.
Guna memaksimalkan hasil pemurnian, pihak pengelola kini meningkatkan efektivitas pengolahan dengan mengadopsi teknologi Eco True, sebuah inovasi ramah lingkungan yang fokus pada keberlanjutan dan percepatan penurunan kandungan logam berat.
Baca Juga : Ketegangan Timur Tengah Memuncak, Iran Balas Gempuran Israel Setelah Klaim ‘Garis Merah’ Dilanggar
"Sekranag kami menggunakan Eco True untuk hasil yang lebih baik. Dengan penggunaan Eco True, kami juga mendapatkan pendampingan dari tim yang secara khusus melakukan penyiraman dan pemantauan di lapangan," ungkap Nasrun.
Langkah modernisasi ini memperkuat metode lama yang sebelumnya hanya mengandalkan penyemprotan cairan ekoenzim secara swadaya bersama yayasan mitra peduli lingkungan.
Sistem Penimbunan Berlapis Guna Reduksi Bau
Baca Juga : Isu Pergantian Menteri Keuangan Memanas, Istana Tegaskan Purbaya Yudhi Sadewa Tetap Bertahan
Di samping fokus membenahi sektor limbah cair, manajemen TPA Antang juga menerapkan standardisasi penimbunan sampah secara berlapis (controlled landfill). Secara teknis, setiap volume timbunan sampah baru yang telah mencapai ketinggian vertikal sekitar tiga meter akan langsung diratakan dan ditutup menggunakan material tanah urug (cover soil).
Penerapan metode penutupan tanah secara berkala ini dinilai sangat efektif dalam mereduksi bau menyengat, menekan perkembangbiakan lalat sebagai vektor penyakit, serta mengeliminasi risiko terjadinya kebakaran gas metana di dalam gunungan sampah.
Meskipun dihadapkan pada tantangan operasional yang tinggi akibat besarnya volume sampah harian Kota Makassar yang terus masuk, pihak UPTD memastikan pemantauan dan intervensi teknologi di lapangan akan terus berjalan konstan demi mewujudkan TPA yang tertata dan ramah lingkungan. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News