Ogah Mengeluh Soal Sampah, Warga CBP Manggala Sukses Bangun Ekosistem Zero Waste Mandiri

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mengunjungi kawasan Cluster Berlian Permai (CBP) Manggala untuk melihat langsung inovasi pengelolaan sampah dan urban farming berbasis komunitas yang digerakkan oleh BSU Nurul Ilmi, Kamis (11/6/2026).

Berawal dari keresahan warga, BSU Nurul Ilmi di Cluster Berlian Permai Manggala sukses ciptakan ekosistem Zero Waste dan Urban Farming hingga dikunjungi Wali Kota Makassar.

MAKASSAR, portalmedia.id — Di sudut Kecamatan Manggala, Kota Makassar, sebuah gerakan kolektif berbasis lingkungan tengah tumbuh subur. Warga Cluster Berlian Permai (CBP), RT 4 RW 7, Kelurahan Bangkala, membuktikan bahwa persoalan sampah perkotaan tidak harus dihadapi dengan keluhan, melainkan dengan aksi nyata dan gotong royong.

Melalui Bank Sampah Unit (BSU) Nurul Ilmi, kawasan hunian ini perlahan bertransformasi menjadi pusat edukasi lingkungan dan pelopor konsep Zero Waste.

Gerakan inspiratif ini rupanya tidak lepas dari peran Ketua RT 4 RW 7 Cluster Berlian Permai, Prof. Muhammad Zubair Muis Alie. Berbekal pengalamannya selama menempuh studi di Jepang, ia menularkan budaya hidup bersih, disiplin, dan kepedulian lingkungan ke wilayahnya. Konsep ini bahkan diintegrasikan dengan pengembangan Masjid Peduli Lingkungan melalui penerapan zakat hijau.

Baca Juga : Sambut 32 Duta Besar, Pemkot Makassar dan APINDO Sulsel Kolaborasi Rancang Program Green Economy

Ketua Umum BSU Nurul Ilmi, Andi Nirma Naim, mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa pengelolaan sampah tidak bisa melulu menggantungkan harapan pada petugas kebersihan. Perubahan perilaku dari hulu—yakni rumah tangga—menjadi kunci utama.

"Kami melihat persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan mengandalkan petugas kebersihan. Harus ada perubahan perilaku dari warga," ujar Andi Nirma, Kamis (11/6/2026).

Sejak berdiri pada awal 2025, BSU Nurul Ilmi menyusun roadmap terstruktur. Bukan sekadar mengumpulkan sampah kering bernilai ekonomis, mereka kini melangkah lebih jauh dengan membangun pusat pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos. Pupuk inilah yang nantinya menghidupkan ekosistem urban farming di kebun PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.

Baca Juga : Kagumi Kemajuan Kota Makassar, Pejabat Uni Eropa Dorong Dubes Baru Agendakan Kunjungan Khusus

Keberhasilan gerakan mandiri ini pun memantik perhatian luas. Selain mendapat pendampingan dari DLH, DP2, media lingkungan KlikHijau, dan pegiat lingkungan Fadly Padi, kawasan CBP baru-baru ini juga mendapat kunjungan langsung dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Kolaborasi lintas sektor, termasuk sokongan penuh dari pihak developer perumahan, I Putu Dana, serta tokoh masyarakat seperti Prof. Mashud, Andi Icha, bapak Thalib, dan ibu Nurhaji, menjadi bahan bakar utama bagi tim Agent of Change CBP untuk terus mengedukasi warga.

Andi Nirma menegaskan, sasaran akhir dari BSU Nurul Ilmi adalah kemandirian sirkular, di mana nilai ekonomi berputar penuh di dalam kawasan dan menyisakan sampah residu saja untuk dibawa ke TPA.

Baca Juga : Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Munafri Arifuddin: Fondasi Utama Lahirkan Kebijakan Berbasis Bukti

"Kami ingin membuktikan bahwa lingkungan bersih bukan karena membayar petugas kebersihan lebih banyak, tetapi karena masyarakatnya memiliki kesadaran dan budaya hidup bersih," kunci wanita yang juga Bendahara Masjid Nurul Ilmi tersebut (red).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru