Kolaborasi Korea–Makassar: Pulau Jadi Pilot Project Smart Street Lighting

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (tengah, pakaian dinas cokelat), didampingi jajaran kepala dinas terkait saat menyimak pemaparan program kolaborasi Smart Street Lighting Project berbasis kecerdasan buatan (AI) dari jajaran manajemen Ecolant Co., Ltd. Korea Selatan di Ruang Rapat Balai Kota Makassar, Selasa (7/4/2026).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memprioritaskan wilayah kepulauan sebagai pilot project lampu jalan pintar berbasis tenaga surya hasil kolaborasi dengan Korea Selatan.

MAKASSAR, portalmedia.id — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah terluar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan agar implementasi inovasi teknologi lampu jalan pintar (smart street lighting) diprioritaskan menyasar kawasan kepulauan sebagai lokasi percontohan (pilot project) awal.

Langkah taktis ini ditegaskan Munafri saat menerima paparan program kolaborasi internasional yang dipresentasikan oleh perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Ecolant Co., Ltd., di Balai Kota Makassar, Selasa (7/4/2026). Penjajakan kemitraan tersebut menawarkan solusi mutakhir melalui pemanfaatan sistem penerangan jalan pintar terintegrasi guna mendongkrak efisiensi energi kota.

Inovasi penerangan ini diklaim mampu mereduksi konsumsi daya listrik secara signifikan. Berdasarkan hasil uji coba teknis, substitusi lampu konvensional berdaya 120 watt yang telah lama beroperasi dengan lampu LED pintar berdaya 75 watt mampu menghasilkan tingkat luminansi atau pencahayaan yang setara. Peralihan teknologi ini mampu memangkas penggunaan daya listrik dan menghasilkan penghematan biaya energi hingga mencapai kisaran 34 persen.

Baca Juga : Incar Kerja Sama Internasional, Pemkot Makassar Tawarkan Pengembangan Stadion Untia di Forum Bisnis IGS 2026

Melihat potensi efisiensi yang besar, Wali Kota Makassar meminta agar proyek instalasi lampu pintar ini dijalankan di wilayah kepulauan dengan berbasis pada pembangkit tenaga surya (solar cell). Pilihan ini sejalan dengan peta jalan (roadmap) pemerintah kota yang tengah memacu program kemandirian energi di kawasan pesisir.

"Untuk wilayah pulau-pulau ini sangat mendesak, karena Pemkot sedang fokus mendorong kemandirian energi di sana. Fakta di lapangan menunjukkan warga kepulauan kita saat ini rata-rata hanya bisa menikmati pasokan listrik selama 6 jam saja dalam sehari," ungkap Wali Kota yang akrab disapa Appi ini.

Tantangan Geografis dan Dorongan Analisis Teknis Komprehensif

Baca Juga : Paparkan Pertumbuhan Ekonomi 6,61 Persen, Wali Kota Makassar Pikat Investor Dunia dalam Business Forum IGS 2026

Mantan nakhoda PSM Makassar tersebut menekankan bahwa penyediaan pasokan listrik yang stabil, andal, dan efisien di wilayah kepulauan merupakan tantangan geografis tersendiri bagi perimeter tata ruang Makassar. Oleh sebab itu, inovasi teknologi yang dihadirkan harus mampu beradaptasi dengan kondisi iklim pesisir.

Appi meminta jajaran dinas terkait bersama tim teknis Ecolant untuk segera menindaklanjuti rencana kerja sama ini dengan menyusun basis data teknis yang komprehensif. Evaluasi mendalam sangat diperlukan, terutama menyangkut aspek daya tahan, keandalan material, serta efektivitas fungsional dari teknologi panel surya yang akan dipasang di laut lepas.

"Mengenai skenario operasionalnya di lapangan, saya instruksikan untuk dibuatkan analisis kelayakan yang lebih mendalam terkait transisi total dari lampu konvensional menuju sistem LED Smart ini," tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Baca Juga : IGS 2026 Pukau Delegasi Internasional dengan Epik La Galigo dan Kuliner Khas Makassar

Di tempat yang sama, General Manager Ecolant Co., Ltd. Korea Selatan, Youngho Baik, merincikan bahwa arsitektur sistem smart street lighting besutan pihaknya memang dirancang untuk mendukung konsep efisiensi energi hijau sekaligus memudahkan kontrol tata kelola infrastruktur penerangan secara terpusat.

Selain unggul dari aspek fungsionalitas dan mekanis, Youngho Baik menambahkan bahwa faktor estetika pendaran cahaya malam hari memegang peranan krusial dalam membentuk identitas visual kota metropolitan modern.

“Makassar adalah kota pesisir yang sangat indah dengan potensi lansekap yang besar. Kami melihat peluang untuk menghadirkan atmosfer pencahayaan kota kelas premium layaknya koridor jalan-jalan di Eropa. Prototipe smart lighting ini diharapkan dapat memperkuat city branding Makassar di mata dunia,” pungkas Youngho Baik (red).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru