Sinergi Ekonomi dan Pelayanan Publik, CFD Boulevard Panakkukang Siapkan Cek Kesehatan Gratis
Kawasan CFD Boulevard Panakkukang kini menjadi episentrum baru perputaran ekonomi rakyat di Makassar dengan menampung lebih dari 800 tenant UMKM.
MAKASSAR, portalmedia.id — Geliat ekonomi rakyat di berbagai ruang publik terbuka Kota Makassar kini menunjukkan pertumbuhan yang semakin progresif. Salah satu titik utama perputaran roda ekonomi tersebut terlihat sangat nyata di kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard, Kecamatan Panakkukang, yang rutin digelar pada setiap akhir pekan.
Di sela-sela aktivitas masyarakat yang datang untuk berolahraga pagi, berekreasi, maupun sekadar berkumpul bersama kerabat, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berhasil memanfaatkan momentum emas tersebut untuk meningkatkan omzet penjualan mereka.
Kondisi yang terus berkembang pesat ini mendapat atensi penuh dari Camat Panakkukang, Syahril, yang turun langsung ke lapangan guna meninjau jalannya aktivitas di sepanjang jalan Boulevard Makassar. Menurut pengamatannya, melonjaknya antusiasme masyarakat serta keterlibatan para pelaku usaha dalam meramaikan CFD menjadi indikator positif bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga : Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Munafri Arifuddin: Fondasi Utama Lahirkan Kebijakan Berbasis Bukti
Sejak matahari terbit, jejeran tenda kuliner, kerajinan tangan lokal, hingga aneka tawaran jasa kreatif langsung dipadati oleh gelombang pengunjung. Transaksi jual-beli yang aktif serta interaksi yang hangat di lokasi menciptakan sebuah ekosistem ekonomi mikro yang sangat dinamis. Kawasan rekreasi ini pun kini telah bermutasi menjadi pusat bisnis mingguan baru yang mampu mencatatkan angka transaksi hingga puluhan juta rupiah hanya dalam tempo beberapa jam saja.
Berdasarkan basis data yang dimiliki pihak pemerintah kecamatan, jumlah pelaku usaha yang saat ini terdaftar dan beraktivitas di area CFD Boulevard telah menembus angka lebih dari 800 tenant. Kendati demikian, grafik jumlah pedagang tersebut diakui masih bersifat fluktuatif karena kehadiran para pemilik usaha kerap menyesuaikan dengan kondisi situasional masing-masing setiap minggunya.
Keberadaan CFD dinilai memberikan dampak berupa ruang usaha strategis bagi kelompok UMKM agar bisa memperluas pangsa pasar mereka tanpa harus terbebani oleh tingginya biaya operasional sewa tempat. Di sisi lain, para pengunjung diuntungkan dengan kemudahan untuk mendapatkan produk lokal berkualitas dengan harga yang relatif ramah di kantong. Hubungan saling menguntungkan ini menjadikan agenda mingguan tersebut sebagai salah satu pilar vital dalam memperkokoh ketahanan ekonomi warga perkotaan.
Baca Juga : Jadi ‘Lebarannya Pelari’, Munafri Sebut MHM 2026 Beri Multiplier Effect Bagi Hotel dan UMKM
Pihak pemerintah kecamatan juga memberikan apresiasi terhadap kedisiplinan para pelaku usaha yang dinilai sudah mulai tertib mengikuti aturan. Meskipun pengelolaan teknis di lapangan telah didelegasikan kepada pihak pengelola khusus, otoritas Kecamatan Panakkukang menegaskan tetap memegang tanggung jawab penuh dalam hal pengawasan, pendampingan, serta evaluasi berkala.
Sebagai bentuk solusi humanis, manajemen kecamatan juga membuka ruang kompromi bagi para pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya terkena dampak penataan wilayah di beberapa titik jalan kota. Beberapa pedagang yang semula beroperasi di area Pantai Losari kini telah difasilitasi dengan baik untuk beraktivitas di CFD Boulevard, lengkap dengan pemberian nomor lapak resmi agar manajemen penataan tetap rapi.
Menariknya, kawasan rekreasi ini tidak hanya menjadi pusat transaksi dagang semata, melainkan juga dioptimalkan sebagai wadah pelayanan publik terpadu. Hal ini dibuktikan dengan adanya penyediaan pos pelayanan kesehatan gratis yang dihadirkan secara bergilir oleh lima puskesmas di wilayah Panakkukang, di mana pada kesempatan tersebut dijalankan oleh petugas medis dari Puskesmas Tamamaung.
Baca Juga : Genjot Kualitas PAUD Hingga UMKM, TP PKK Kota Makassar Mantapkan Program Gelari Pelangi
Guna menjaga kenyamanan dan ketertiban jangka panjang, pihak kecamatan dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi bersama PD Parkir dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar. Evaluasi mendalam akan difokuskan pada penertiban kendaraan roda empat yang kedapatan mulai memasuki area steril penjalan kaki dalam dua pekan terakhir, sehingga kenyamanan bersama tetap menjadi prioritas utama. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News