Kawal Kelancaran SPMB 2026, Disdik Makassar Turunkan Tim Teknis Tambahan di Sekolah Favorit

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat melakukan peninjauan langsung didampingi jajaran Dinas Pendidikan Kota Makassar guna memastikan kesiapan infrastruktur pelayanan SPMB 2026 berjalan lancar.

Disdik Kota Makassar mendampingi Wali Kota Munafri Arifuddin meninjau verifikasi berkas SPMB 2026 di sekolah favorit guna memastikan transparansi seleksi.

MAKASSAR, portalmedia.id — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar terus mengintensifkan langkah taktis guna mengawal percepatan verifikasi berkas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Upaya ini ditempuh demi menjamin seluruh rangkaian validasi data calon peserta didik selesai tepat waktu sebelum memasuki tenggat pengumuman resmi.

Mewakili pimpinan dinas, Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Kota Makassar, Andi Akhmad Muhajir Arif, turut mendampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam agenda inspeksi mendadak ke sejumlah satuan pendidikan. Peninjauan diawali di UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar di Jalan Jenderal Ahmad Yani yang disambut langsung oleh Kepala Sekolah, Andi Mindarwati, sebelum bertolak menuju UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar di Jalan Baji Gau yang dipimpin oleh Drs. Kaswadi.

Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, Andi Akhmad Muhajir Arif mengemukakan bahwa penumpukan berkas pendaftaran mayoritas terjadi di sekolah-sekolah yang menjadi tujuan favorit masyarakat dengan daya tampung besar. Untuk mengurai kendala administratif tersebut, Disdik Makassar bergerak cepat dengan menyuntikkan bantuan personel operasional baru di lokasi-lokasi krusial.

Baca Juga : Sambangi Dua Sekolah Pantau SPMB 2026, Appi: Kita Pastikan Seleksi Transparan, Objektif, dan Berkeadilan

"Kemarin kami sudah mengunjungi SMP 6 dan alhamdulillah sudah ada solusi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan bersama tim IT Kominfo, yaitu dengan penambahan tim teknis verifikator untuk mempercepat proses verifikasi," ujar Muhajir di sela pemantauan.

Sebaliknya, tata kelola pemeriksaan berkas di SMP Negeri 3 Makassar dinilai berjalan lebih kondusif dan adaptif. "SMP 3 cukup antisipatif dalam memberikan solusi. Secara persentase, proses verifikasi di sekolah ini berjalan normal. Ini menunjukkan kinerja tim verifikator yang cukup baik dan cepat," tambahnya.

Langkah akselerasi ini sangat krusial mengingat hari pemantauan bertepatan dengan batas akhir validasi dokumen fisik bagi jalur non-domisili, sebelum hasil kelulusan diumumkan secara massal pada 18 Juni 2026. Guna meminimalisir kendala sistematis, manajemen Disdik menyiagakan posko layanan helpdesk terpadu untuk merespons cepat aduan masyarakat serta memfasilitasi kendala teknis para kepala sekolah.

Baca Juga : Setelah Bertahun-tahun Diisi Plt, Munafri Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif se-Kota Makassar

Di sisi lain, Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi kembali memperingatkan warga untuk tidak menggunakan jasa perantara atau calo dalam meloloskan calon siswa. "Jangan lagi percaya calo-calo, silakan datang langsung ke sekolah jika ada yang ingin ditanyakan atau ada hal yang belum dipahami. Semua sudah disiapkan kanal pengaduan dan pelayanan informasi," tegas Politisi Golkar tersebut.

Ketua IKA FH Unhas ini menggarisbawahi bahwa pemetaan kuota zonasi dan jalur prestasi harus didasarkan pada asas keadilan murni tanpa adanya intervensi kedekatan personal dengan pejabat atau penyelenggara pendidikan. "Misalnya ada yang rumahnya hanya berjarak 200 meter dari sekolah tetapi tidak diterima, sementara yang rumahnya 2 kilometer justru diterima karena ada kedekatan tertentu. Hal seperti itu tidak boleh terjadi. Kita ingin memastikan keadilan benar-benar dirasakan masyarakat," tandasnya. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru