Pemkot Makassar Fokus Ubah Pola Kelola Sampah, Edukasi Masyarakat Diperlukan
Pemkot Makassar menggelar FGD Pengelolaan Sampah Kota Makassar bersama Ketua Dewan Lingkungan Hidup Melinda Aksa dan Kepala DLH Helmy Budiman untuk merumuskan transformasi sistem dari hulu ke hilir.
MAKASSAR, portalmedia.id — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmen kolaboratif dalam melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah Kota Makassar secara menyeluruh dari hulu hingga ke hilir. Urgensi ini menjadi topik utama dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Sampah yang mempertemukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dewan Lingkungan Hidup, serta seluruh otoritas kecamatan dan kelurahan di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar, Jumat (17/4/2026).
Berdasarkan data forum, volume timbulan sampah di Kota Makassar menyentuh angka 1.034 ton per hari, dengan lebih dari 900 ton di antaranya belum terkelola dengan optimal sehingga capaian reduksi saat ini baru berada di kisaran 2 persen. Ketua Dewan Lingkungan Hidup, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya pemilahan sampah dari skala rumah tangga serta optimalisasi peran bank sampah, di mana saat ini baru 100 unit yang aktif beroperasi dari total kebutuhan ideal sebanyak 300 unit di tingkat wilayah.
Kondisi ini kian mendesak mengingat daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa diproyeksikan hanya mampu bertahan sekitar 18 bulan ke depan jika tidak ada intervensi struktural yang masif. Merespons hal itu, Kepala DLH Helmy Budiman menyatakan bahwa Pemkot Makassar tengah menggenjot transformasi sistem pengolahan guna menghentikan praktik open dumping bergeser ke metode sanitary landfill, serta mengedukasi warga agar mengubah paradigma bahwa pembuangan sampah tidak selesai hanya dengan membayar retribusi semata.
Baca Juga : Pukau Delegasi Internasional, Fashion Show Tenun Nusantara Meriahkan Spouse Program IGS 2026 di Makassar
Sebagai langkah taktis kelanjutan dari FGD Sampah Makassar ini, DLH akan menerjunkan tenaga edukator persampahan ke tingkat RT/RW. Selain itu, seluruh camat diinstruksikan untuk segera menyusun peta pemetaan masalah (mapping) serta merumuskan formula solusi kebersihan yang adaptif dan terarah sesuai dengan karakteristik demografi wilayah masing-masing. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News