Kecamatan Mariso Sterilkan Saluran Air di Rajawali dan Cendrawasih, Target Sisa Satu Kelurahan

Alat berat dari Dinas PU Makassar diturunkan untuk membantu membongkar sisa material bangunan permanen yang berdiri di atas saluran drainase di Kelurahan Lette, Mariso.

Pemerintah Kecamatan Mariso menertibkan 40 lapak liar di atas trotoar dan drainase Kelurahan Lette. Pendekatan humanis membuat warga bongkar mandiri.

MAKASSAR, portalmedia.id — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memulihkan fungsi ruang publik dan menata kawasan urban terus bergerak maju. Kali ini, giliran Pemerintah Kecamatan Mariso yang mengambil langkah tegas dengan menertibkan puluhan bangunan liar dan tempat usaha yang kedapatan mengokupasi fasilitas umum.

Operasi penertiban yang dipimpin langsung oleh Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, menyasar dua titik krusial di Kelurahan Lette, yakni kawasan Jalan Rajawali 2 dan Jalan Cendrawasih 5. Fokus utama dari pembersihan ini adalah bangunan permanen maupun semi-permanen yang didirikan secara ilegal di atas kanal sekunder, trotoar, serta drainase besar.

Andi Syahrir mengungkapkan, total ada sekitar 40 lapak yang ditertibkan karena menyumbat fungsi drainase. Menariknya, dari penuturan warga setempat, beberapa bangunan ilegal tersebut diketahui sudah eksis dan bertahan di sana selama 30 hingga 40 tahun tanpa memiliki alas hak yang sah.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Isi WFH Bersama SKPD Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah

Kendati membongkar area yang sudah ditempati puluhan tahun, proses eksekusi di lapangan berlangsung sangat kondusif tanpa ada gesekan ataupun perlawanan dari para pedagang kaki lima (PKL). Kondisi damai ini tercipta berkat strategi pendekatan persuasif, dialog intensif, serta sosialisasi humanis yang jauh-jauh hari telah ditanamkan oleh pihak kelurahan dan kecamatan.

"Kesadaran warga di Kelurahan Lette sangat baik. Sebagian besar dari mereka bahkan bersedia melakukan pembongkaran secara mandiri atas propertinya sebelum tim gabungan tiba. Untuk sisa bangunan berstruktur beton yang sulit dieksekusi manual, kami dibantu oleh alat berat ekskavator dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar," jelas Syahrir.

Operasi terpadu ini turut mengandalkan sokongan dari berbagai lini sektor, meliputi personel Dinas PU, Satpol PP, Dinas Perhubungan, otoritas tata ruang, jajaran RT/RW, hingga perwakilan tokoh masyarakat dan unsur TNI-Polri.

Baca Juga : Wali Kota Appi Apresiasi Inovasi Urban Farming di Tammua, Terintegrasi dengan Sentra Tukar Sampah

Dengan rampungnya eksekusi di Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso tercatat telah sukses menormalisasi fasilitas umum di delapan kelurahan dari total sembilan kelurahan di wilayah kerjanya. Kini, pihak kecamatan tinggal menyisakan satu kelurahan terakhir yang akan dirapikan.

"Sisa Kelurahan Kampung Buyang yang belum ditertibkan. Tim kami saat ini masih terus mengedepankan komunikasi dari hati ke hati dengan para PKL di sana. Kami berharap mereka juga bisa mengikuti jejak warga di kelurahan lain untuk mengosongkan lahan fasum secara sukarela demi kepentingan jangka panjang, seperti mitigasi risiko banjir dan menciptakan lingkungan perkotaan yang jauh lebih bersih, rapi, dan sehat," pungkasnya. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru