Dukung Kebijakan Wali Kota Munafri, Andi Fauzi Wawo Apresiasi Penataan Kawasan Benteng Rotterdam
Wakil Ketua DPRD Sulsel Andi Fauzi Wawo dukung penuh kebijakan Pemkot Makassar dalam penataan PKL yang disertai solusi relokasi yang layak bagi pedagang.
MAKASSAR — Upaya Pemerintah Kota Makassar dalam menata kawasan kota mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kalangan. Kali ini, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Fauzi Wawo, menyatakan apresiasinya terhadap langkah penertiban dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini menempati trotoar serta saluran drainase.
Menurut legislator yang akrab disapa Uci ini, kebijakan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, merupakan langkah berani untuk menghadirkan tata kota yang lebih tertib, nyaman, dan estetis tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat kecil.
"Bagi kami, tentu memberikan dukungan dan support full kepada pak Wali Kota dalam melakukan penataan dan penertiban jualan diatas trotoar. Dukungan ini sangat penting untuk estetika kota. Maka kami PKB memberi dukungan dan mengawal kebijakan pak Appi," jelas Uci, Senin (22/6/2026) malam.
Baca Juga : Hadirkan 28 Perwakilan Diplomatik, Makassar Tuan Rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026
Uci menegaskan bahwa kebijakan relokasi PKL yang dilakukan pemerintah bukan sekadar penggusuran, melainkan langkah solutif dengan menyediakan lokasi baru yang lebih layak. Ia mencontohkan penataan di kawasan sekitar Benteng Rotterdam, di mana pedagang disiapkan lokasi di Pasar Kampung Baru agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penertiban PKL di trotoar dan drainase sangat penting untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum. Trotoar merupakan hak pejalan kaki, sementara drainase harus bebas dari hambatan untuk mencegah risiko genangan dan banjir.
"Saya sangat salut dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota karena berani melakukan ini. Ini bukan pekerjaan mudah, risikonya besar karena harus berhadapan dengan berbagai kepentingan. Tapi, itulah tantangan yang perlu dijalankan," pungkasnya. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News