Trump Klaim Iran Sepakat Inspeksi Nuklir Penuh, Teheran Langsung Membantah
Klaim tersebut disampaikan Trump menyusul rampungnya negosiasi teknis antara AS dan Iran di Swiss, yang membahas nasib program nuklir kedua negara pasca-kesepakatan terbaru.
WASHINGTON, PORTALMEDIA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan klaim sepihak terkait program nuklir Iran. Trump menyebut bahwa Teheran telah sepenuhnya menyetujui izin inspeksi nuklir menyeluruh oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di bawah naungan PBB.
Klaim tersebut disampaikan Trump menyusul rampungnya negosiasi teknis antara AS dan Iran di Swiss, yang membahas nasib program nuklir kedua negara pasca-kesepakatan terbaru.
"Iran telah sepenuhnya dan secara menyeluruh setuju untuk inspeksi nuklir tingkat tertinggi hingga masa depan. Ini akan memastikan 'Kejujuran Nuklir'," tulis Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social.
Sebagai kompensasi dari kesepakatan tersebut, Trump menyatakan pihaknya membatalkan rencana blokade militer di kawasan strategis Timur Tengah.
"Berdasarkan hal ini dan konsesi besar lainnya yang dibuat oleh Iran, saya telah setuju untuk mengizinkan Selat Hormuz tetap terbuka, tanpa blokade angkatan laut lebih lanjut," tambahnya.
Bantahan Keras dari Teheran
Namun, pernyataan optimistis dari orang nomor satu di AS itu langsung membentur dinding bantahan dari pihak Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa laporan mengenai izin inspeksi penuh tersebut tidaklah benar.
Baghaei meluruskan bahwa berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penghentian Perang yang ditandatangani pada 18 Juni 2026 lalu, pembicaraan mengenai masalah nuklir masih dalam tahap proses formal.
Sesuai dengan Paragraf 8 dalam dokumen MoU tersebut, negosiasi mengenai isu nuklir baru akan dilakukan dalam kurun waktu 60 hari ke depan.
"Sementara berdasarkan Paragraf 9, status program nuklir Iran saat ini harus dipertahankan selama periode 60 hari tersebut," jelas Baghaei.
Dengan demikian, Baghaei meluruskan bahwa inspeksi yang berjalan saat ini hanyalah untuk fasilitas yang memang sudah terjadwal sebelumnya, seperti di PLTN Bushehr.
Adapun untuk fasilitas sensitif lainnya yang sempat ditangguhkan akibat ketegangan militer, Iran menegaskan tidak akan membuka akses secara cuma-cuma sebelum ada hasil konkret dari meja perundingan.
"Inspeksi terhadap fasilitas-fasilitas yang aksesnya ditangguhkan karena serangan militer kriminal AS dan Zionis, akan sangat bergantung pada proses negosiasi dan hasilnya nanti," tegas Baghaei.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News