Buka Akses Internasional, Forum B2B IGS 2026 Pertemukan Pelaku Usaha Makassar dengan 13 Negara

Suasana sesi business matching (B2B) dalam rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang mempertemukan pelaku UMKM lokal dengan calon investor dari mancanegara di Hotel The Rinra, Makassar, Rabu (24/6/2026).

Forum B2B IGS 2026 buka peluang emas bagi pelaku UMKM Makassar untuk menjajaki pasar global dan ekspor ke 13 negara peserta.

MAKASSAR, portalmedia.id — Gelaran Business to Business (B2B) dalam rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026), menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha lokal dan UMKM di Makassar untuk menjajaki pasar internasional. Sebanyak 13 negara, termasuk Filipina, Belanda, Meksiko, dan Ethiopia, turut serta dalam sesi diskusi bisnis yang bertujuan membangun kolaborasi perdagangan dua arah.

Pengurus Kadin Kota Makassar, Mutia Haidir, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung pelaku UMKM dalam forum internasional tersebut. Menurutnya, pertemuan ini tidak hanya membuka jejaring, tetapi juga mengubah pola pikir pelaku usaha lokal untuk berani menargetkan ekspor.

"Forum B2B seperti ini sangat penting karena membuka wawasan pelaku usaha lokal. Kolaborasi lintas negara serta bisa membuka jaringan perkenalan produk lokal. Ini bukti bahwa Pemerintah Kota ingin mendorong UMKM agar berkembang dan mampu bersaing di pasar global," ujar Mutia.

Baca Juga : Kopi hingga Markisa Jadi Primadona, Pengusaha Makassar Manfaatkan IGS 2026 untuk Ekspansi Pasar Global

Dalam forum tersebut, pelaku usaha lokal memamerkan berbagai komoditas unggulan, mulai dari sektor pangan, perikanan, hingga produk perkebunan seperti kopi. Mutia mengungkapkan bahwa banyak delegasi asing yang mencari informasi mengenai kebutuhan bahan baku Indonesia, yang menjadi peluang besar bagi pengusaha Makassar untuk memperluas jangkauan pasar.

Sektor kuliner, yang menjadi bagian dari konsep gastrodiplomasi IGS 2026, turut menjadi sorotan. Pelaku usaha kuliner memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kualitas produk lokal yang memiliki daya saing tinggi. Melalui ajang ini, diharapkan hubungan bisnis yang terjalin tidak hanya bersifat sementara, namun berlanjut menjadi kerja sama konkret yang mampu meningkatkan nilai ekspor dan memperkuat posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru