Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi, Pemkot Makassar Kerahkan Relawan untuk Jemput Kembali Siswa Putus Sekolah
Pemkot Makassar kukuhkan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk menjemput kembali siswa putus sekolah dan wujudkan pendidikan inklusif.
MAKASSAR, portalmedia.id — Pemerintah Kota Makassar resmi membentuk relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai langkah konkret dalam menjamin akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh warganya. Pengukuhan tim ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa pembentukan tim ATS merupakan gerakan sosial untuk menyasar akar persoalan tingginya angka anak putus sekolah di Makassar. "Banyak sekali anak-anak kita yang terpaksa harus putus sekolah. Nah, ini yang harus kita pastikan mereka bisa kembali ke sekolah," tegasnya.
Tim ATS nantinya akan bekerja aktif di lapangan dengan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat untuk mengidentifikasi penyebab putus sekolah serta mendampingi anak-anak agar dapat kembali ke sistem pendidikan formal. Menurut Appi, pemerintah kota mengambil tanggung jawab penuh untuk memastikan setiap anak menerima hak dasar pendidikan yang layak.
Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menambahkan bahwa pengukuhan relawan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan strategis Hardiknas 2026. Selain pembentukan tim ATS, Pemkot Makassar juga meluncurkan berbagai inovasi, termasuk sistem penerimaan murid baru berbasis digital yang terintegrasi untuk menjamin proses yang transparan dan akuntabel.
Dinas Pendidikan juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada insan pendidikan dan mitra strategis, serta menyerahkan beasiswa penyelesaian studi bagi guru dan tenaga kependidikan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan di Makassar yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News