Tuntut Pengerjaan Aset Asrama, PB-HIPERMATA Seruduk Kantor Bupati Takalar
Ratusan mahasiswa Takalar yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (HIPERMATA) melakukan aksi unjuk rasa menuntut realisasi pengerjaan Astama putra dan putri PB-HIPERMATA yang termasuk dalam aset daerah.
PORTALMEDIA.ID, TAKALAR - Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (PB-HIPERMATA) kembali menutup Jalan Poros Kabupaten Takalar yang berada di depan Kantor Dinas PUPR dan Kantor Bupati Takalar.
PB HIPERMATA yang dipimpin Suhardi ini, terlihat menyeruduk kantor Bupati Takalar. Mereka menuntut pengerjaan aset Pemerintah Daerah (Pemda) Asrama Putra (Aspura) II Hipermata dan Asrama Putri (Aspuri) Hipermata.
"Kami mendesak Pemda dan TAPD untuk merealisasikan pengerjaan Aspura II dan Aspuri Hipermata," ungkap salah-satu orator.
Dari gerakan aksi demonstrasi tersebut, jalan poros kabupaten mengalami kemacetan yang cukup parah, hal ini buntut dari keresahan para mahasiswa yang mereka nilai tidak pernah diperhatikan oleh Pemda Takalar dalam perihal aset Aspura yang ada di Makassar terkhususnya yang berada pada Jalan Bontomene dan Aspuri yang di Jalan Ance Dg. Ngoyo.
Setelah berorasi dari pukul 14.00 WITA, pada pukul 15.30 WITA, para massa aksi kemudian bergeser masuk ke depan pintu Kantor Bupati Takalar dan kembali menyampaikan serangkaian tuntutan walaupun dihadang oleh sederet personel kepolisian setempat.
"Kami meminta Dinas PU Kabupaten Takalar untuk memperjelas proses pengerjaan Aspura dan Aspuri Hipermata," ujar orator lain.
Terakhir, para massa aksi meminta Pemda Takalar mengevaluasi kinerja TAPD Kabupaten Takalar.
Setelah beberapa menit melaksanakan aksi didepan pintu Kantor Bupati Takalar, menurut salah-satu massa aksi, akhirnya Asisten 1 Pemda Takalar, Andi Rijal Mustamin kemudian menemui massa aksi dan berjanji menyampaikan aspirasi para demonstran kepada Bupati Takalar, Syamsari Kitta.
"Itu saja yg kami akan tindak lanjuti penyampaian aspirasinya teman-teman ke pimpinan dan dikasi waktu kalau tidak secepatnya tersampaikan maka kita akan kembali duduki kantor bupati," ungkap salah-satu demonstran menirukan ucapan Asisten 1.
Terakhir, massa aksi yang mencapai ratusan orang tersebut menyatakan tidak akan pernah berhenti untuk melakukan gerakan yang sama dan bahkan akan lebih besar ketika apa yang menjadi tuntutan tidak di indahkan oleh Pemda Takalar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News