Perkuat Listrik Sulteng, PLN Resmi Memulai Penarikan Transmisi SUTT 150 kV Palu 3–Tambu

ist

Tahapan ini menjadi milestone penting menuju target pengoperasian sistem pada akhir tahun 2026.

PORTALMEDIA.ID, PALU – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi resmi memulai tahap first stringing atau penarikan perdana konduktur pada proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTU Palu 3–Tambu di Sulawesi Tengah.

Tahapan ini menjadi milestone penting menuju target pengoperasian sistem pada akhir tahun 2026.

SUTT 150 kV PLTU Palu 3–Tambu  memiliki panjang jalur sekitar 71 kilometer dan terdiri atas 200 tower. Infrastruktur tersebut akan menjadi bagian penting dalam menyalurkan daya dari PLTU Palu 3 menuju Tambu dan wilayah sekitarnya sekaligus memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Tengah.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menjalaskan bahwa tercapainya tahap first stringing menunjukkan komitmen bersama dalam mempercepat penyelesaian infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Tengah.

“Kemajuan pembangunan SUTT 150 kV PLTU Palu 3–Tambu tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, masyarakat, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan. PLN berkomitmen menyelesaikan proyek ini sesuai target dengan tetap mengedepankan kepatuhan, keselamatan, dan pemenuhan hak masyarakat,” ujar Aditya.

Menurutnya, keberadaan jaringan transmisi tersebut akan meningkatkan kemampuan penyaluran tenaga listrik dari PLTU Palu 3 serta memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Tambu dan wilayah sekitarnya.

“Kami berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga jaringan ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pelayanan publik, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Sulawesi Tengah,” tutupnya.

Senada dengan itu, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tengah, Qadri, mengatakan pencapaian tahapan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Masuknya proyek ke tahap first stringing merupakan hasil kerja bersama antara PLN, pemerintah daerah, aparat terkait, tokoh masyarakat, dan warga. Dukungan seluruh pihak sangat penting dalam memastikan penyediaan ruang bebas dan pekerjaan konstruksi dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Qadri.

Qadri menambahkan bahwa PLN tetap berkomitmen memastikan seluruh proses penyelesaian proyek, termasuk pemenuhan hak masyarakat yang berada di sepanjang jalur transmisi, dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh pihak serta memastikan proses penyediaan ruang bebas dan penyelesaian kompensasi dilaksanakan secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan,” tambahnya.

Peran aktif Pemerintah Kabupaten Donggala turut mendukung kelancaran pembangunan proyek. Bersama PLN, pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi mengenai manfaat jaringan transmisi, memfasilitasi komunikasi dengan masyarakat, serta membantu penyelesaian berbagai kendala yang ditemui di lapangan.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mengatakan pembangunan jaringan transmisi merupakan kepentingan bersama karena manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

“Pembangunan jaringan transmisi ini bukan hanya menjadi kepentingan PLN, tetapi juga masyarakat Sulawesi Tengah. Pemerintah Kabupaten Donggala mendukung komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat agar pembangunan berjalan lancar dengan tetap memperhatikan dan memenuhi hak masyarakat sesuai ketentuan,” katanya.

Pelaksanaan penyediaan ruang bebas dan kompensasi pada pembangunan jaringan transmisi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2025 tentang Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

PLN optimistis SUTT 150 kV PLTU Palu 3–Tambu dapat beroperasi sesuai target pada akhir tahun 2026. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan keandalan dan efisiensi pasokan listrik, memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Tengah, serta mengurangi ketergantungan sistem Tambu dan sekitarnya terhadap pembangkit berbahan bakar diesel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru