Tinjau Proyek HPAL PT Vale di Morowali, Menteri Rosan Apresiasi Penerapan ESG dan Praktik Tambang Berkelanjutan

ist

Rosan melihat secara langsung perkembangan proyek strategis nasional tersebut, termasuk pemantauan aktivitas penambangan dari udara serta kunjungan ke fasilitas nursery (pembibitan tanaman). Fasilitas ini menjadi pusat rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang yang dijalankan perusahaan.

PORTALMEDIA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kelestarian lingkungan di tengah masifnya agenda hilirisasi nasional.

Pesan tersebut disampaikan Rosan saat melakukan kunjungan kerja ke proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali milik PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), setelah sebelumnya menghadiri seremoni kedatangan autoclave—peralatan utama untuk proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL)—di kawasan pabrik Sambalagi.

Dalam kunjungan tersebut, Rosan didampingi jajaran pimpinan Danantara, termasuk Managing Director Danantara Asset Management, Febriany Eddy. Rombongan disambut langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Bernardus Irmanto, Chief Project Officer (CPO) Muhammad Asril, beserta manajemen perusahaan.

Selama peninjauan, Rosan melihat secara langsung perkembangan proyek strategis nasional tersebut, termasuk pemantauan aktivitas penambangan dari udara serta kunjungan ke fasilitas nursery (pembibitan tanaman). Fasilitas ini menjadi pusat rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang yang dijalankan perusahaan.

CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, memaparkan secara menyeluruh strategi pengelolaan lingkungan perusahaan, mulai dari pembibitan, reklamasi lahan, hingga pengelolaan kolam pengendap (sediment pond). Seluruh inisiatif ini merupakan bagian dari wujud integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional PT Vale.

Rosan menyampaikan apresiasinya atas komitmen PT Vale yang menerapkan best mining practices berstandar internasional.

"Saya sangat senang dapat melihat langsung lokasi PT Vale di Morowali. Hal yang paling saya perhatikan adalah bagaimana aspek keberlanjutan yang menjaga keseimbangan antara lingkungan dan sosial sangat diperhatikan. Ke depan, harapannya standar ini dapat terus dijaga," kata Rosan.

Ia menambahkan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya harus menciptakan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi daerah dan masyarakat sekitar.

Apresiasi senada turut disampaikan Komisaris Utama PT Vale Indonesia, Fauzambi Syahrul Multhazar. Ia menilai proyek IGP Morowali dirancang dan dieksekusi dengan sangat baik serta sejalan dengan kebijakan pemerintah.

"Morowali menjadi contoh pilot project yang sangat baik. Bagi PT Vale, hilirisasi bukan sekadar membangun fasilitas pengolahan mineral, tetapi juga menciptakan warisan pembangunan yang seimbang antara ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Fauzambi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru