Tanamkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini, Diskop UKM Sulsel Ajak Pelajar Bangun Koperasi Sekolah

ist

Sebanyak 30 siswa mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta berasal dari SMA Negeri 3 Makassar, SMA Negeri 4 Makassar, dan SMA Negeri 24 Makassar.

PORTALMEDIA.ID – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat regenerasi gerakan koperasi dengan menanamkan nilai-nilai perkoperasian kepada generasi muda. Upaya itu diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian bagi Siswa Tahun Ajaran 2026 yang digelar di UPT PLUT Sulsel, Jl Metro Tanjung Bunga, Senin - Selasa (3-4/8/2026).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Andi Eka Prasetya, didampingi Kepala UPT PLUT Sulsel Luqi Ubaidi Azis Halim, S.STP., M.Tr.AP, serta Kepala UPT Balai Latihan Koperasi Zulkarnain Malik pada Senin (3/8/26).

Sebanyak 30 siswa mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta berasal dari SMA Negeri 3 Makassar, SMA Negeri 4 Makassar, dan SMA Negeri 24 Makassar.

Dalam laporannya, Kepala UPT Balai Latihan Koperasi Zulkarnain Malik mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkenalkan dunia perkoperasian kepada kalangan pelajar.

“Pelatihan ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai upaya mengenalkan pola-pola perkoperasian kepada generasi muda. Harapannya, mereka dapat memahami bahwa koperasi bukan hanya berbicara tentang uang atau simpan pinjam, tetapi juga tentang membangun organisasi, kebersamaan, gotong royong, dan bahkan mampu membentuk koperasi di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menurut Zulkarnain, pemahaman koperasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk melahirkan generasi yang mampu mengembangkan organisasi ekonomi berbasis kebersamaan sekaligus memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Andi Eka Prasetya menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perkoperasian.

“Pembangunan koperasi yang kuat harus dimulai dengan menanamkan pemahaman, nilai-nilai, dan semangat berkoperasi kepada generasi muda sejak dini sebagai bekal memanfaatkan berbagai peluang di masa depan,” kata Andi Eka.

Menurutnya, koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gerakan ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong, demokrasi, dan keadilan sosial.

Karena itu, lanjutnya, generasi muda tidak hanya dituntut memahami prinsip-prinsip koperasi, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, mampu berkolaborasi, berpikir kreatif, inovatif, serta berintegritas dalam mengelola organisasi maupun usaha.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi dasar dan praktik perkoperasian oleh akademisi, praktisi, serta pegiat koperasi.

Materi Penyelenggaraan Rapat Anggota Koperasi disampaikan oleh Muhammad Rizal Halim, SE., M.Si, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan AMKOP. Selanjutnya, Dra. Indrawati, M.M, praktisi pengawas koperasi, membawakan materi Latihan Menyusun Business Model Canvas (BMC) Koperasi.

Peserta juga memperoleh penguatan mengenai Optimalisasi Fungsi Manajemen dalam Kinerja Koperasi dari Prof. Dr. H. Muhammad Asdar, SE., M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin. Sementara materi Perangkat Organisasi Koperasi disampaikan oleh Ir. Andi Risnawati, M.M, praktisi pengawas koperasi.

Andi Eka berharap seluruh ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi mampu diterapkan di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat.

“Kami berharap dari kegiatan ini lahir kader-kader koperasi dan calon pemimpin muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki kemampuan berinovasi, serta mampu menciptakan peluang usaha melalui semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk aktif berdiskusi, bertanya kepada narasumber, serta menjadikan pelatihan sebagai ruang memperluas wawasan dan jejaring.

Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya mengajarkan teori dan praktik berkoperasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, dan semangat demokrasi sebagai fondasi membangun koperasi yang sehat.

Di akhir sambutannya, Andi Eka mengapresiasi dukungan seluruh pihak, khususnya sekolah dan para guru yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang produktif, mandiri, dan memiliki semangat berkoperasi. Semoga pelatihan ini menjadi awal lahirnya koperasi-koperasi sekolah yang mampu mencetak pemimpin muda sekaligus memperkuat perekonomian daerah di masa mendatang,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru