Dukung Pelestarian Ekosistem Pesisir, PLN Peduli Salurkan Bantuan Konservasi Penyu di Donggala
PLN juga memberikan biaya operasional pada dua tahap kegiatan, yaitu pengumpulan dan pemindahan telur serta pelepasan tukik ke laut.
PORTALMEDIA.ID, DONGGALA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program PLN Peduli menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Program Konservasi dan Edukasi Penangkaran Penyu kepada Kelompok Konservasi Penyu Lentora, pada Kamis (30/7), di kawasan Pesisir Pantai Lentora, Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Bantuan diserahkan oleh Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tengah, Qadri, kepada ketua kelompok Konservasi Penyu Lentora, Saiful Bakri, disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Balaesang, pemerintah desa, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, serta para pegiat lingkungan.
Manager PLN UPP Sulawesi Tengah, Qadri, menyampaikan bahwa program ini difokuskan pada tiga pilar utama: perlindungan habitat peneluran, edukasi masyarakat, dan penguatan sarana konservasi secara berkelanjutan.
"Bagi PLN, menjaga ekosistem laut, menghadirkan pendidikan lingkungan, dan memastikan tersedianya energi yang andal merupakan satu tarikan napas dalam menyalakan listrik tanpa memadamkan kehidupan lain di sekitarnya," ujar Qadri.
Bantuan yang disalurkan meliputi renovasi area hatchery beserta 10 unit bak penetasan, 1 set peralatan monitoring telur, 10 unit lampu penerangan berikut penambahan daya listrik kawasan, pakan untuk kebutuhan 12 bulan, 1 unit freezer penyimpanan, perbaikan pagar, atap, dan lantai area tukik, perlengkapan keselamatan, 5 papan edukasi, dan 5 rambu pantai.
PLN juga memberikan biaya operasional pada dua tahap kegiatan, yaitu pengumpulan dan pemindahan telur serta pelepasan tukik ke laut.
Di tempat terpisah, General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa penangkaran yang berdekatan dengan proyek saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV Palu 3–Tambu ini menjadi bukti pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian alam.
"Keberadaan area konservasi ini menjadi wujud komitmen kami menghadirkan listrik bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem. Kami berharap habitat penyu di Pantai Lentora tetap terjaga untuk generasi mendatang," tutur Aditya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Camat Balaesang, Asrun Kalam Jalaba, menyambut baik langkah tersebut. "Kami mewakili Forkopimcam Balaesang menyampaikan apresiasi sekaligus berterima kasih atas bantuan ini. Tanpa sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan kita tidak akan bisa berbuat maksimal. Harapan kami kegiatan konservasi ini berkesinambungan secara terus-menerus agar kelestarian penyu tidak punah," katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Konservasi Penyu Lentora, Saiful Bakri, yang mengapresiasi respons cepat dan aksi nyata PLN dalam mendukung program Desa Peduli Lingkungan di wilayahnya.
Melalui program ini, PLN menargetkan peningkatan daya tetas telur penyu sekaligus mendorong peran aktif masyarakat pesisir dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Pantai Lentora.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News