Kawal Investasi Baterai EV, Petinggi MIND ID Hingga Forkopimda Sultra Pasang Badan Buat PT Vale
Tidak tanggung-tanggung, peninjauan kawasan proyek tambang nikel tersebut juga memboyong jajaran elit Forkopimda Sulawesi Tenggara. Tampak hadir Kapolda Sultra Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kajati Sultra Sugeng Riyanta, hingga Bupati Kolaka H. Amri.
POMALAA, PORTALMEDIA.ID – Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) menegaskan komitmen penuhnya dalam mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa milik PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Komitmen tersebut ditunjukkan lewat kunjungan kerja lapangan yang dipimpin langsung oleh Komisaris MIND ID sekaligus Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin pada Selasa (4/8/2026).
Tidak tanggung-tanggung, peninjauan kawasan proyek tambang nikel tersebut juga memboyong jajaran elit Forkopimda Sulawesi Tenggara. Tampak hadir Kapolda Sultra Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kajati Sultra Sugeng Riyanta, hingga Bupati Kolaka H. Amri.
Komisaris MIND ID, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, menegaskan bahwa holding pertambangan akan pasang badan secara maksimal untuk mendukung operasional anak perusahaan. Kunjungan langsung ini dilakukan untuk merespons dan menyelesaikan berbagai persoalan dinamika sosial yang sempat muncul di area proyek.
"Holding tentu akan maksimal dalam mendukung anak holding [PT Vale]. Ada persoalan riak sosial itu, kita rapatkan di Jakarta lalu tinjau situasi aktual di lapangan bersama Forkopimda. Harapannya, semua persoalan tuntas dengan sinergi tanpa meninggalkan masyarakat. Kawasan industri maju, masyarakat maju, alamnya lestari," ujar Fadil Imran.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga menyoroti multiplier effect yang tercipta sejak hadirnya kawasan industri di Kolaka. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi lokal di sektor transportasi, usaha kuliner, perhotelan, hingga penyerapan tenaga kerja lokal berjalan sangat pesat.
"Masyarakat sangat berterima kasih. Ini kedua kali saya ke sini. Bupati juga menyampaikan dampak ikutannya luar biasa, mulai dari bisnis truk, kuliner, hotel, sampai tenaga kerja. Sepatutnya kita dukung bersama, jangan buat kegaduhan yang merugikan nama baik Indonesia. Menjaga kondusivitas iklim investasi itu nomor satu," tegasnya.
Untuk diketahui, IGP Pomalaa merupakan fasilitas pemrosesan High Pressure Acid Leach (HPAL) yang dikembangkan PT Vale bersama PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) dan mitra global di kawasan PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).
Pabrik ini diproyeksikan mampu menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas 120.000 ton nikel dan 15.000 ton kobalt per tahun—komoditas krusial sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle) rantai pasok global.
Sementara itu, Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menyatakan bahwa keberhasilan proyek strategis ini tidak cuma diukur dari fisik bangunan semata, melainkan dari keterbukaan dialog dan dampak sosial jangka panjang.
"Hilirisasi yang kuat harus berjalan bersama tata kelola yang baik, dialog terbuka, serta perlindungan terhadap lingkungan dan hak masyarakat," tuturnya.
Senada dengan itu, Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, menambahkan bahwa eksekusi lapangan dilakukan secara ketat dan terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja. Kolaborasi lintas sektor bersama konsorsium global seperti Ford dan Huayou menjadi kunci agar ekosistem hilirisasi nikel di Pomalaa menjadi percontohan industri berkelanjutan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News