Badal Debu dan Badai Petir Landa Madinah, Terjadi pada 12 Rabiul Awal 1448 H

ist

Kondisi cuaca yang berubah secara tiba-tiba turut dirasakan jamaah yang tengah beraktivitas di kawasan Masjid Nabawi. Angin kencang membawa debu dan pasir hingga mengurangi jarak pandang serta membuat suasana di sekitar masjid menjadi berkabut.

MADINAH – Cuaca ekstrem berupa angin kencang, badai debu, dan aktivitas petir melanda Kota Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (25/8/2026) malam. Fenomena tersebut terjadi bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah atau momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kondisi cuaca yang berubah secara tiba-tiba turut dirasakan jamaah yang tengah beraktivitas di kawasan Masjid Nabawi. Angin kencang membawa debu dan pasir hingga mengurangi jarak pandang serta membuat suasana di sekitar masjid menjadi berkabut.

Salah satu jamaah asal Makassar, Wiwi Cahyani, kepada Portalmedia.id menceritakan pengalamannya saat badai terjadi. Saat itu, ia bersama sejumlah jamaah lainnya tengah bersiap memasuki Raudhah, salah satu kawasan yang menjadi tujuan utama jamaah di Masjid Nabawi.

“Waktu itu kami bersama jamaah lain mau masuk ke Raudhah. Tiba-tiba anginnya kencang sekali, debu mulai beterbangan dan kondisi menjadi cukup sulit untuk melihat,” ujar Wiwi, Rabu (26/8/26).

Menurutnya, kejadian tersebut berlangsung pada malam hari ketika jamaah tengah menunggu dan bersiap mengikuti rangkaian masuk ke Raudhah.

Situasi tersebut membuat jamaah harus lebih berhati-hati. Angin kencang dan debu yang beterbangan membuat jarak pandang menurun, sementara jamaah tetap berupaya mengikuti arahan dan kondisi di sekitar kawasan Masjid Nabawi.

Fenomena cuaca ekstrem tersebut sebelumnya telah diperingatkan oleh National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi. Otoritas meteorologi setempat mengeluarkan peringatan mengenai potensi badai petir, hujan es, serta angin aktif yang dapat mengangkat debu di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Madinah.

Kondisi atmosfer yang tidak stabil kemudian memicu munculnya awan konvektif dan aktivitas badai petir di sejumlah kawasan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika Madinah tengah dipadati jamaah dari berbagai negara yang datang untuk beribadah dan berziarah, terlebih bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H.

Jamaah diimbau tetap memperhatikan informasi dan peringatan cuaca yang dikeluarkan otoritas Arab Saudi, terutama ketika terjadi angin kencang, badai debu, maupun petir.

Bagi jamaah asal Makassar yang berada di lokasi, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan ibadah yang tidak terlupakan di Tanah Suci.

“Yang pasti kami sempat kaget karena kejadiannya tiba-tiba. Tapi kami tetap berusaha tenang dan mengikuti kondisi serta arahan di sekitar Masjid Nabawi,” kata Wiwi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru