LAZ Hadji Kalla Gelar Tahfidz Camp di Enrekang, Cetak Generasi Qur'ani dan Mandiri

Suasana Tahfidz Camp yang dilaksanakan tim Desa Bangkit Sejahtera (DBS) LAZ Hadji Kalla di Desa Mundan, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini bertujuan membina santri dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter, akhlak, dan kemandirian di wilayah desa binaannya.

PORTALMEDIA.ID, ENREKANG  –
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla melalu program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) menggelae kegiatan Tahfidz Camp di Desa Mundan, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

Kegiatan ini bertujuan membina santri dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter, akhlak, dan kemandirian di wilayah desa binaannya.

Berbeda dari pembelajaran biasa, Tahfidz Camp mengusung konsep luar ruang (camping) yang dilakukan secara rutin setiap bulan selama dua hari.

Para peserta yang berjumlah 66 santri membawa tenda masing-masing dan belajar di alam terbuka guna membangun kebersamaan serta semangat belajar.

Dai Desa Mundan, Ustadz Saenal Wahid, menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan ini meliputi tasmi’ atau sima’an hafalan, pembinaan adab dan akhlak, perbaikan tajwid, praktik ibadah, serta kegiatan ice breaking.

“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an. Tasmi’ atau sima’an dilakukan di hadapan para santri dan orang tua yang sempat hadir, sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak dalam menjaga dan menyelesaikan hafalannya,” ujar Ustadz Saenal.

Setelah berjalan selama satu tahun, sebanyak 10 dari 66 santri telah berhasil menyelesaikan sima’an hafalan Juz 30. Pada momen tersebut, para santri juga mempersembahkan prosesi pemasangan mahkota kepada orang tua sebagai bentuk penghormatan atas dukungan dalam pendidikan mereka. Lima santri lainnya ditargetkan menyusul pada bulan berikutnya.

Program Officer Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Muh. Syafei Karsali, menyampaikan bahwa Tahfidz Camp menjadi bagian dari komitmen LAZ Hadji Kalla dalam memperkuat pembinaan keislaman di desa.

Menurutnya, pembinaan Al-Qur’an di tingkat desa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak memiliki ruang belajar yang terarah, menyenangkan, dan membentuk karakter sejak dini.

”Melalui program ini, santri diharapkan tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh dengan adab, akhlak, dan pemahaman ibadah yang baik sehingga dapat menjadi generasi Qur’ani yang memberi manfaat bagi keluarga, lingkungan desa, dan masyarakat luas,” tuturnya.

Dampak positif program ini turut dirasakan langsung oleh warga. Salah satu orang tua santri, Jasman, mengapresiasi inisiatif LAZ Hadji Kalla karena berhasil memotivasi anak-anak desa untuk menghafal Al-Qur’an, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di Desa Mundan.

Bahkan, salah satu santri binaan berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 lomba MTQ tingkat Kabupaten Tanah Toraja dan mewakili daerah tersebut pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru