PLN Perkuat Ketahanan Listrik Sulbagsel Lewar Pengembangan PLTS 5,2 GWp dan BESS 8,2 GWh
Kehadiran PLTS nantinya akan menambah pasokan dari energi surya, sementara BESS berfungsi sebagai penyimpan energi untuk menjaga stabilitas dan fleksibilitas saat terjadi fluktuasi produksi energi terbarukan maupun penurunan daya mampu pembangkit hidro.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – PT PLN (Persero) menyiapkan langkah penguatan jangak panjang untuk membangun sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang lebih beragam, fleksibel, dan resilien.
Salah satu langkah strategis tersebut dilakukan melalui pengembangan sekitar 5,2 gigawatt peak (GWp) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) Battery Energy Storage System (BESS) hingga 2029.
Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, menilai kondisi kelistrikan di Sulawesi menunjukkan pentingnya kesiapan sistem dalam menghadapi perubahan kondisi alam.
Dalam kunjungannya ke kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar pada 15 September 2026, Sripeni menyebut PLTA mengambil peran sekitar 30 persen dalam sistem kelistrikan Sulawesi, sementara PLTU batu bara mengambil peran sekitar 20 persen.
“Kita semua tahu bahwa kondisi saat ini ada beberapa kombinasi, yaitu dari cuaca, karena kita mengalami masa El Nino yang panas dan kemarau cukup panjang di Sulawesi ini. PLTA itu mengambil peran sekitar 30 persen, lalu kemudian PLTU batu bara juga mengambil peran sekitar 20 persen,” kata Sripeni.
Untuk menjaga produksi energi selama kemarau, berbagai langkah telah ditempuh, mulai dari modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk menjaga debit air PLTA, hingga mengupayakan kembali beroperasinya PLTU batu bara usai pemeliharaan.
Berkat langkah-langkah mitigasi tersebut, kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan terpancar berangsur membaik dengan berkurangnya wilayah yang terdampak pengaturan pasokan dalam sepekan terakhir.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan upaya pemulihan sistem yang saat ini dilakukan PLN berjalan beriringan dengan penyiapan fondasi sistem kelistrikan untuk jangka panjang.
Menurutnya, diversifikasi pasokan melalui PLTS dan BESS menjadi kunci agar sistem tidak hanya bergantung pada satu sumber energi saja.
“Apa yang kami lakukan saat ini tidak berhenti pada pemulihan. Kami juga menyiapkan fondasi agar sistem Sulbagsel ke depan semakin beragam, fleksibel, dan resilien dalam mendukung kebutuhan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi,” ujar Edyansyah.
Kehadiran PLTS nantinya akan menambah pasokan dari energi surya, sementara BESS berfungsi sebagai penyimpan energi untuk menjaga stabilitas dan fleksibilitas saat terjadi fluktuasi produksi energi terbarukan maupun penurunan daya mampu pembangkit hidro.
Saat ini, PLN tetap memprioritaskan percepatan pemulihan pembangkit yang terkendala serta optimalisasi pasokan yang ada, sembari mengintegrasikan tahapan penguatan jangka panjang demi ketahanan kelistrikan Sulbagsel di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News