PLN Intensifkan Teknologi Modifikasi Cuaca Jaga Keandalan Pasokan Listrik PLTA di Sulawesi
Langkah mitigasi ini dilakukan guna menjaga keandalan pasokan energi listrik bagi masyarakat di tengah tantangan musim kemarau.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – PT PLN (Persero) menggandeng pemerintah daerah (pemda) dan instabsi terkait untuk mengintensifkan pelaksaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Langkah mitigasi ini dilakukan guna menjaga keandalan pasokan energi listrik bagi masyarakat di tengah tantangan musim kemarau.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program pemulihan debit air ini.
"TMC adalah bentuk ikhtiar nyata dalam mitigasi yang kami lakukan bersama pemda dan BMKG untuk menjaga dan memulihkan debit air di sejumlah lokasi strategis, seperti PLTA Malea dan PLTA Bakaru, demi memastikan pasokan listrik masyarakat tetap terjaga," ujar Edyansyah.
Operasi TMC ini melibatkan kolaborasi PLN bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta jajaran pemda setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Darma Metusela, menegaskan bahwa keterlibatan aktif Pemda sangat krusial dalam mendukung kelancaran operasi.
"Proses koordinasi yang kami lakukan sangat komprehensif. Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei, pengkajian lokasi sasaran, hingga pelaksanaan eksekusi di lapangan agar operasi TMC dapat berjalan optimal," ujar Darma.
Secara operasional, kegiatan TMC telah sukses direalisasikan di beberapa titik, seperti Meko dan Tokilo pada 20 September 2026. Operasi penyemaian awan di lokasi-lokasi tersebut dilakukan dengan lancar dan terus disesuaikan dengan kondisi observasi atmosfer untuk memaksimalkan potensi pembentukan hujan.
Selain di Sulawesi Tengah, koordinasi pengamanan ketersediaan air juga dilakukan secara proaktif di Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan telah secara resmi meminta dukungan BMKG untuk pelaksanaan TMC guna menjaga keandalan pasokan listrik, mengingat peran strategis PLTA Malea yang berkapasitas 90 MW.
PLTA Malea sangat bergantung pada ketersediaan debit air dari Sungai Saddang. Oleh karena itu, pelaksanaan TMC difokuskan pada daerah tangkapan air (catchment area) sungai tersebut selama periode Agustus hingga September 2026. Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan ketersediaan air bagi operasional pembangkit selama musim kemarau.
Di PLTA Bakaru, PLN terus mematangkan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa guna menjaga ketersediaan debit air bagi operasional pembangkit berkapasitas 126 MW.
Pelaksanaan OMC direncanakan menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) dengan dua lokasi operasional, yakni Bandara Sumarorong dan Puncak Pasir, berdasarkan kajian kelayakan BMKG.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, PLN optimis dapat mengantisipasi dampak musim kemarau sekaligus memastikan kesinambungan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat Sulawesi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News