ESDM Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman di Tengah Penghentian Ekspor China

ist

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan, dinamika penutupan ekspor oleh Negeri Tirai Bambu tersebut tidak berdampak langsung terhadap ketahanan energi nasional. Pasalnya, Indonesia tidak mengimpor minyak mentah maupun BBM jadi secara langsung dari China.

PORTALMEDIA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan minyak mentah (crude oil) dan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Hal ini disampaikan menyusul kebijakan Pemerintah China yang kembali menutup sementara keran ekspor BBM untuk mengamankan kebutuhan domestiknya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan, dinamika penutupan ekspor oleh Negeri Tirai Bambu tersebut tidak berdampak langsung terhadap ketahanan energi nasional. Pasalnya, Indonesia tidak mengimpor minyak mentah maupun BBM jadi secara langsung dari China.

"Kita mendatangkan crude maupun BBM masih aman," ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Menanggapi kemungkinan adanya produk kilang China yang masuk ke Tanah Air melalui perantara atau trader dari Singapura, Laode menyebutkan detail komersial tersebut berada di bawah kewenangan PT Pertamina (Persero). Kendati demikian, ia memastikan secara bilateral tidak ada pengadaan langsung dari negara tersebut.

"Itu saya coba tanya Pertamina yang tahu persis kalau masalah itu. Namun, sejauh ini kita dari sana tidak ada yang langsung," kata Laode.

Kebijakan Domestik China dan Tekanan Global

Sebelumnya dilaporkan, sejumlah kilang minyak di China menyetop pengiriman produk BBM ke pasar internasional di luar wilayah Hong Kong dan Makau hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah ini dilakukan menjelang libur nasional di negara tersebut, sekaligus sebagai langkah mitigasi atas ketidakpastian pasokan energi global.

Perusahaan migas milik pemerintah China, PetroChina, dilaporkan telah membatalkan sejumlah jadwal pengiriman bensin dan avtur untuk periode Oktober. Prioritas Beijing saat ini berfokus pada pemenuhan cadangan bahan bakar di dalam negeri.

"Prioritas China selalu berupa keamanan energi domestik, sehingga peningkatan pembelian minyak mentah tidak serta-merta berarti ada peningkatan ekspor produk minyak," ujar analis senior Sparta Commodities, June Goh.

Keputusan China tersebut kian memperketat rantai pasok energi internasional yang sebelumnya telah mengalami tekanan akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan gangguan pada sejumlah fasilitas kilang minyak di Rusia. Kendati pasar global menghadapi potensi volatilitas harga, pemerintah menegaskan rantai pasok BBM untuk kebutuhan dalam negeri tetap terkelola dengan baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru