Tiga Damkar Pangkep Gugur Saat Bertugas, Ahli Waris Terima Santunan Rp732 Juta

Penyerahan santunan dilakukan oleh Bupati Kabupaten Pangkep, Muh. Yusran Lalogau, bersama Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. H. Safrizal ZA, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Muliyati Nasrun, didampingi Petugas BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Akhmad Azhari.

BPJS Ketenagakerjaan memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban ditanggung sesuai dengan manfaat jaminan kecelakaan kerja (JKK).

PORTALMEDIA.ID, PANGKEP — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Tiga petugas Damkar, yakni Intje Irwan, Rusman Hadi, dan Jamaluddin, gugur saat dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Labakkang.

Ketiganya gugur setelah kendaraan yang ditumpangi mengalami kecelakaaan tunggal saat menjalankan tugas kemanusiaan. Selain tiga korban jiwa, empat petugas lainnya mengalami luka dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

BPJS Ketenagakerjaan memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban ditanggung sesuai dengan manfaat jaminan kecelakaan kerja (JKK).

Di tengah suasana duka, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkep menyerahkan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada ahli waris tiga petugas yang gugur. Penyerahan bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026.

Total manfaat yang diserahkan mencapai Rp732 juta, yang terdiri atas santunan tunai sebesar Rp210 juta dan manfaat beasiswa pendidikan bagi anak sebesar Rp522 juta. Beasiswa tersebut diharapkan dapat menjamin kelanjutan pendidikan anak-anak almarhum.

Penyerahan santunan dilakukan oleh Bupati Kabupaten Pangkep, Muh. Yusran Lalogau, bersama Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. H. Safrizal ZA, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Muliyati Nasrun, didampingi Petugas BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Akhmad Azhari.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep Muliyati Nasrun, menyampaikan santunan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja.

"Manfaat ini tidak akan pernah menggantikan sosok yang hilang, namun diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga terutama untuk pendidikan anak-anak almarhum ke depan," ujarnya.

Saat ini, empat petugas yang menjadi korban luka masih menjalani perawatan intensif dan diharapkan segera pulih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru