Cegah "Cyberbullying", Dosen UMI Latih Siswa SMA di Makassar Komunikasi Asertif Digital
Kegiatan yang didanai Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI ini berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak Juli hingga Oktober 2026.
PORTALMEDIA.id - Kasus perundungan, khususnya perundungan siber di kalangan pelajar, terus menjadi perhatian dunia pendidikan. Merespons persoalan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar pelatihan literasi komunikasi antarbudaya digital berbasis pendekatan asertif di SMA Muhammadiyah 6 Makassar.
Program pelatihan ini menyasar 40 siswa dengan fokus pada pembekalan etika interaksi di ruang digital.
Ketua Tim PkM UMI, Nur Akbar, mengatakan tingginya aktivitas remaja di media sosial kerap tidak diimbangi pemahaman komunikasi yang etis. Kondisi ini berpotensi memicu kesalahpahaman budaya, ujaran kebencian, hingga perundungan siber.
"Sebagai solusi konkret, kami menghadirkan inovasi Modul Intervensi Komunikasi Asertif Digital (MIKAD)," ujar Nur Akbar dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/26).
Kegiatan yang didanai Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI ini berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak Juli hingga Oktober 2026. Selain Nur Akbar, tim pengabdian terdiri atas dosen Muhammad Zul Iman serta dua mahasiswa, Sulkifli dan Andieni Mutian Qalby.
Selama pelatihan, para siswa diajarkan mengelola emosi, mengenali bias budaya, dan mempraktikkan simulasi peran untuk merespons komentar negatif secara tegas serta santun, tanpa bersikap agresif maupun pasif.
Guna menjaga keberlanjutan program, tim pelaksana turut membentuk delapan Duta Asertif Digital yang didampingi guru bimbingan konseling (BK). Para duta sebaya ini bertugas menjadi penggerak komunikasi etis sekaligus mediator jika muncul potensi konflik di media sosial maupun grup percakapan siswa.
Selain penyerahan modul MIKAD, kegiatan ini menghasilkan video dokumentasi, poster edukasi, publikasi media, serta artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di sekolah lain guna menciptakan ekosistem digital yang aman dan inklusif bagi pelajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News